Puisi “Di Balik Seruan Jiwa” oleh Andriani

Facebook
Twitter
WhatsApp

Di Balik Seruan Jiwa

Kabut,
Dalam kenangan pergolakan jiwa
Mendung,
Pertandakah hujan deras
Membanjiri asa yang haus akan kehadiranmu
Bersikap walau harus tertatih
Berpijak walau harus terjatuh
Rangkuh walau itu sulit
Rebahkan semua kekosanganku

Mendekatlah seakan tak ada batas diantara kita
Seruanmu terdengar kian merasuk dalam jiwa
Akankah menyatu menjadi sebuah kisah
Kau teruskan untuk berlalu
Kau relakan terkasih menahan terpaan belati
Untuk sang terkasih

Puisi oleh Andriani

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami