Washilah — Ketimpangan dan persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia Timur menjadi sorotan dalam Seminar Nasional Festival HAM di Ruang Rapat Senat, Kampus II UIN Alauddin Makassar, Senin (5/10/2026).
Kegiatan itu digelar oleh Dewan Mahasiswa Universitas (Dema U).
Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan (AUPK) UIN Alauddin Makassar, Anwar Abubakar, menekankan pentingnya penguatan wawasan kebangsaan dan keagamaan bagi mahasiswa.
“Untuk anak-anak mahasiswa, kuatkan wawasan kebangsaan dan keagamaan kalian di kegiatan ini,” ujarnya.
Ketua Panitia Festival HAM 2026, Rahmat Al Ayyuby mengatakan, pelaksanaan seminar merupakan respons terhadap berbagai persoalan dan ketimpangan yang dirasakan masyarakat di Indonesia Timur.
Katanya, masalah struktural menahun berupa perbedaan tajam dalam hal infrastruktur, ekonomi, dan kesejahteraan antara wilayah timur dan barat
“Seminar ini sebagai bentuk keresahan, karena banyaknya ketimpangan yang kemudian ada di Indonesia Timur itu sendiri,” ungkapnya.
Seminar tersebut mengangkat tema Keadilan ‘HAM terhadap Konflik Indonesia Timur’. Juga menghadirkan sejumlah pihak untuk membahas persoalan HAM yang dinilai masih terjadi di kawasan Indonesia Timur.
Penulis: Dhea Ananda Silfah (Magang)
Editor: Sappe











