Washilah — Lembaga Kemahasiswaan (LK) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar lakukan unjuk rasa protes praktik pungli yang berlangsung di Lobi FEBI UIN Alauddin Makassar, Rabu (5/11/2025).
Aksi ini dipicu oleh keluhan mahasiswa mengenai oknum dosen yang memaksa mahasiswa membeli buku ajar dengan ancaman nilai akademik.
Jendral Lapangan, Anhaf mengatakan bahwa praktik pungli di FEBI terjadi secara berulang, bahkan sanksi yang pernah diberikan kepada oknum dosen dianggap tidak efektif.
“Dosen tersebut pindah jurusan dan melakukan hal yang sama,” katanya.
Ia menambahkan, kondisi ini bahkan diikutu dan dibenarkan oleh dosen-dosen lain dengan menjual buku dan mengancam akan memberi nilai E apabila ada yang tidak membelinya.
“Itu yang membuat mahasiswa terutama di angkatan baru takut untuk tidak melakukan pembelian buku,” jelasnya.
Dia juga menyoroti sikap otoriter dosen yang mengancam tidak akan melanjutkan kelas jika buku yang dijual tidak dibeli saat perkuliahan berlangsung.
Salah satu massa aksi, Ahwan mengatakan bahwa aksi ini bertujuan mengupayakan hak-hak mahasiswa agar tidak direnggut oleh birokrasi.
“Melihat kondisi kampus pada hari ini terkhusus FEBI, para birokrasi membawa kepentingan pribadi dibanding kepentingan dari mahasiswa,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan sudah seharusnya mencerdaskan kehidupan bangsa, tapi justru dijadikan alat komoditas untuk pencapaian pribadi birokrasi UIN Alauddin Makassar, khususnya di FEBI.
“Tindakan pungutan liar berupa penjualan buku terhadap mahasiswa, dan ketika mahasiswa tak membeli buku itu akan berpengaruh pada mahasiswa,” tutupnya.
Penulis: Gholib Al Hakam (Magang)
Editor: Hardiyanti











