Overthinking dan Cara Mengatasinya

Facebook
Twitter
WhatsApp
Gambar: Pinterest

Oleh: Hardiyanti

Overthinking menjadi istilah yang populer dan melekat di generasi muda saat ini. Lalu, sebenarnya apa sih overthinking itu sendiri?

Psikolog Fakultas Psikologi UGM, Dr. Nida UI Hasanat, M.Si., Psikolog., menjelaskan bahwa overthinking dalam kajian psikologi dimaknai sebagai cara berpikir yang berlebihan dan arahnya negatif. Namun, istilah ini mengalami pergeseran makna di masyarakat dimana overthinking diartikan sebagai pemikiran berlebihan (saja).

Overthinking sesungguhnya akan melibatkan pemikiran yang tidak akan membawa kita ke mana-mana dan tidak akan bisa membantu kita. Jadi, jika kalian menyadari kalau saat ini tengah terjebak memikirkan masalah yang sama berulang kali, akan tetapi tidak menemukan solusi apapun, itu artinya mungkin overthinking.

Lalu seperti apa tanda-tanda overthinking itu? Overthinking disebabkan beberapa hal, di antaranya:
1. Sulit untuk berhenti memikirkan sesuatu, bahkan setelah kejadiannya lama berlalu.
2. Terus-menerus mempertanyakan keputusan yang sudah diambil.
3. Selalu membayangkan skenario terburuk.
4. Takut membuat kesalahan.
5. Sulit untuk berkonsentrasi.
6. Merasa gelisah dan mudah marah.
7. Kesulitan tidur.

Overthinking dapat memberikan dampak negatif pada berbagai aspek kehidupan, seperti:
1. Overthinking dapat meningkatkan risiko stres, kecemasan, depresi, dan gangguan obsesif-kompulsif (OCD).
2. Overthinking dapat menyebabkan kelelahan, insomnia, sakit kepala, dan masalah pencernaan.
3. Overthinking dapat membuat sulit  bersantai dan menikmati kebersamaan dengan orang lain. Lalu diikuti dengan perasaan mudah curiga dan cemburu.
4. Overthinking dapat membuat sulit untuk fokus dan menyelesaikan pekerjaan.

Meskipun overthinking merupakan hal yang umum terjadi, namun ada beberapa cara mengatasi overthinking yang dapat dilakukan. Berikut ini caranya:
1. Batasi Waktu Overthinking
Overthinking memang tidak mengenal waktu, akan tetapi kita bisa mengalokasikan waktu tertentu, misalnya 15 menit untuk memikirkan masalahmu. Nah, setelah waktunya habis, alihkanlah pikiran ke aktivitas lainnya yang dapat membantu menjadi lebih produktif dan tidak hanya fokus pada masalah yang belum tentu terjadi.
2. Gali Akar Permasalahannya
Coba identifikasi, hal apa yang sebenarnya membuat overthinking? Apakah perasaan takut gagal, cemas akan penilaian orang lain, atau merasa stres dan cemas? Jika sudah menemukan permasalahan awalnya, kita jadi lebih paham harus melakukan apa pada langkah selanjutnya.
3. Fokus Pada Solusi
Daripada terus menerus memikirkan masalah yang ada di pikiranmu itu, lebih baik alihkan energi untuk mencari solusinya. Caranya bisa dilakukan dengan cara membuat daftar langkah-langkah yang bisa diambil untuk mengatasi masalah tersebut.
4. Hadapi Pikiran Negatif
Ketika pikiran negatif itu muncul, lawanlah dengan pikiran positif yang jauh lebih realistis. Ingatkan dan tanamkan dalam diri, jika hal-hal buruk itu belum tentu akan terjadi.
5. Praktekkan Relaksasi
Melakukan teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau teknik pernapasan juga dapat dapat membantu menenangkan pikiran dan mengurangi overthinking. Ada banyak hal-hal positif yang jauh lebih bermanfaat untuk diri sendiri, dibandingkan terus-terusan overthinking.
6. Cari Dukungan Orang Sekitar
Berbagi cerita dengan teman, keluarga, atau terapis dapat membantu melepaskan beban pikiran dan mendapatkan perspektif baru terkait suatu hal. Ingat, kesempurnaan itu tidak bisa diraih dengan mudah. Jadi, cukup terima saja bahwa terkadang kita tidak bisa mengontrol semua hal seperti apa yang kita inginkan. Fokuslah untuk melakukan yang terbaik dan tetap belajar dari kesalahan.

Namun, apabila merasa overthinking sudah sangat mengganggu menjalani kehidupan sehari-hari, penting sekali untuk mencari bantuan profesional. Dalam hal ini, berbicara dengan terapis dirasa dapat membantu untuk memahami akar permasalahan dan mengetahui cara untuk mengatasinya.
7. Berhenti Ruminasi dan Nikmati yang Dijalani Saat Ini

Overthinking seringkali membuat kita terjebak di masa lalu dan sulit meraih hal yang ingin dilakukan di masa depan. Sadarilah kita hanya perlu fokus pada hal-hal yang terjadi saat ini dan mensyukuri hal-hal dimiliki. Berhentilah ruminasi atau memikirkan kembali peristiwa yang telah terjadi secara berulang kali. Cobalah fokus pada hal-hal yang dapat kita ubah, bukan pada hal-hal yang telah berlalu.

Pada dasarnya, overthinking itu tidak selalu buruk. Terkadang, memikirkan sesuatu secara mendalam dapat membantu kita untuk memahami situasi dengan lebih baik dan membuat keputusan yang lebih tepat. Namun, apabila merasa kewalahan oleh overthinking, jangan ragu untuk mencari bantuan tenaga profesional.

*Penulis merupakan mahasiswa jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar. 

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami