Komunitas Sekolah Pelosok Lakukan Penyaluran Bantuan ke Sekolah Terpencil

Facebook
Twitter
WhatsApp
Foto bersama Komunitas Sekolah Pelosok dengan siswa-siswi sekolah terpencil di Dusun Batu Lotong, Desa Puca, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sabtu (31/10/2020).

Washilah – Komunitas sekolah pelosok melakukan penyaluran bantuan ke sekolah terpencil di Dusun Batu Lotong, Desa Puca, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sabtu (31/10/2020).

Kegiatan bertajuk pendidikan ini merupakan aksi sosial dari Mahasiswa UIN Alauddin Makassar yang digelar secara rutin oleh komunitas sekolah pelosok, yang dilaksanakan sekali seminggu.

Pertemuan kali ini dihadiri oleh 14 relawan, diantaranya 8 Mahasiswa asal Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), 4 Mahasiswa asal Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), dan 2 Mahasiswa asal Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK).

Ketua komunitas sekolah pelosok, Al-Kautsar Taufik berharap kegiatan ini tidak menjadi yang terakhir kalinya.

“Harapan saya kedepannya, agar bagaimana komunitas kami ini terus melakukan agenda yang serupa, agar mampu memberikan bantuan kepada sekolah-sekolah terpencil,” harapnya.

Lebih lanjut, Mahasiswa Fakultas Syariah ini mengajak secara umum kepada lembaga-lembaga kemahasiswaan agar turut serta dalam melakukan hal serupa.

“Kami berharap, kedepannya sekiranya yang nantinya yang terlibat dalam kegiatan seperti ini bukan hanya dari komunitas sekolah pelosok saja, namun juga dari lembaga lembaga lain yang memiliki tujuan yang sama,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu Mahasiswa FSH, Ayu Ashari mengatakan tujuan diadakannya kunjungan ini untuk menyalurkan bantuan berupa fasilitas pendidikan dan fasilitas kesehatan.

“Terkait penyaluran bantuan untuk sekolah pelosok hari ini,  meskipun apa yang kita salurkan kepada adik-adik hari ini bukanlah suatu yang memiliki nilai yang besar, namun saya berharap dapat bermanfaat untuk adik-adik, dan sebagai motivasi mereka untuk semakin giat belajar,” tuturnya.

Ayu melanjutkan, penyaluran bantuan ini bisa memantik organ atau individu yang lain melakukan hal demikian.

“Saya berharap, semoga akan lebih banyak lagi mata hati yang peduli akan pendidikan sekolah pelosok, dalam hal ini kepedulian mereka terhadap tempat dan pendidikan yang layak,” tutup Ayu.

Penulis: Kardiman Aksah (Magang)
Editor: Rahmania

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami