Aku menangis melihat anak-anakmu ibu
Turung kejalan, berdesakan mememuhi ruas-ruas
Dengan keringat di pelipis mereka
Peluh sebagai simbol perjuangan untuk rezim yang tak berkemanusiaan
Aku menangis melihat anak-anakmu ibu, terisak di pojokan
Wajah-wajah tulus kembali terlihat
Kata-kata LAWAN!!! kembali menggema
Menggetarkan hati bagi yang mendengar
Mereka dirampas haknya
Penguasa yang rakus akan kuasa
Keputusan-keputusan telah menjadi kebengisan
Hanya ada satu kata, REVOLUSI!!!
Aku menangis melihat anakmu ibu
Mereka dipukul pakai pentungan
Layaknya pencuri-pencuri bengis
Bukankah yang seharusnya dipukul adalah para koruptor-koruptor
Merekalah pencuri bengis tanpa moral
Ibu, hargai perjuangan anakmu
Berkati mereka, hujani dengan doa-doa terkasihmu
Sebab mereka tengah berjuang untuk rakyat-rakyat tertindas
Melawan para diktator-diktator bebal
*Penulis merupakan Mahasiswa Jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi Semester VII.











