Foto: Seminar Nasional Ipol

Facebook
Twitter
WhatsApp

Program studi (Prodi) Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar menggelar seminar Nasional bertajuk “Menuju Politik Profetik Deradikalisasi Politik Islam,” di Gedung Rektorat, Lantai IV. Kamis, (28/03/2019).
Seminar ini merupakan rangkaian satu Decade Ilmu Politik. Dihadiri lima pembicara yakni, Direktur Pengkajian Materi BPIP RI Dr Sabri AR, Direktur Deradikalisasi BNPT RI Prof Irfan Idris, Komisioner KPU Provinsi Sulawesi-Selatan Dr Syarifuddin Jurdi, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Prof Darussalam dan Wakil Direktorat Bimnas Polda Sulsel AKBP Sudarmin.

Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Prof Irfan Idris mengatakan ciri-ciri radikalisme adalah orang-orang yang mengkafirkan orang lain, mentabutkan pemerintah, menolak NKRI, tidak menerima Pancasila dan mengharamkan demokrasi.
Ia menambahkan, tidak ada agama satupun yang menghendaki penganutnya untuk melakukan aksi-aksi anarkisme atau merampas otoritas Tuhan untuk menghakimi orang lain.
Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Prof Darussalam juga menuturkan bahwa baik agama maupun politik semuanya suci dan mulia, sama-sama bertujuan untuk mengangkat harkat dan derajat kemanusiaan melalui empat pilar. Namun sangat disayangkan dalam perjalanannya panggung politik justru menjadi panggung perebutan kekuasaan lalu meniadakan nilai-nilai ketuhanan bebernya.
Saat sesi tanyak berlansung Dekan Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik UIN Alauddin Makassar, Prof Natsir Siola meminta kepada Kepala Deradikalisasi BNPT RI Prof Irfan Idris untuk kembali jadi dosen pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Menurutnya, Fisip dalam waktu dekat ini akan dibentuk.
Puluhan Civitas akademika UIN Alauddin Makassar memadati ruang seminar Nasional dengan mengusung tema “Menuju Politik Profetik Deradikalisasi Politik Islam,” di Gedung Rektorat, Lantai IV.

Foto dan teks: Ardi & Sri Resky Laura Fajrianti

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami