Washilah — Aliansi Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar menggelar Panggung Bebas Ekspresi bertajuk “Pekan ke-II Menyoal Uang Kuliah Tunggal – Beban Kuliah Tunggal (UKT-BKT)” di Pelataran FAH, Selasa (4/11/2025).
Panggung Bebas Ekspresi tersebut diisi berbagai penampilan, di antaranya Presentasi Hasil Kuesioner, Gelar Perkara UKT-BKT, Lapak Baca dan Puisi.
Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) FAH, Saldiansyah Rusli mengatakan kegiatan ini hadir untuk mengampanyekan dan menyerukan kepada seluruh mahasiswa bahwa di kampus ini ada banyak permasalahan di dalamnya.
“Ketika terjadi fenomena-fenomena yang tidak sesuai dengan realitas maka mesti dipertanyakan,” ujarnya.
Ia berharap melalui kegiatan ini mampu menghadirkan dan mendobrak solusi baru dari para pimpinan yang menjamin pungli-pungli tidak terjadi lagi.
“Dibuatkan satu Satgas (Satuan tugas) yang menjamin masalah itu tidak terjadi lagi, dan ketika itu berulang artinya pimpinan gagal dalam membaca persoalan yang terjadi,” ungkapnya.
Sementara itu Ketua Senat Mahasiswa FAH, Arnida Amir, menuturkan alasan mengangkat tema UKT-BKT karena sebelumnya sudah menyebarkan angket polemik terkait UKT mahasiswa.
“Lewat angket itulah kami melihat ternyata masih banyak mahasiswa yang tidak tahu fakta. Dari situlah kami isi dengan isu UKT yang naik dan tidak adanya transparansi mengenai pembayarannya,” bebernya.
Lebih lanjut ia mengatakan dari kegiatan ini mahasiswa sadar dan paham terkait masalah UKT yang selama ini tidak dipenuhi.
“Semacam pertanyaan itu seperti, selama ini ke manakah pembayaran UKT ku?, Hanya sesederhana itu,” tutupnya.
Penulis: Ratman (Magang)
Editor: Hardiyanti











