Seminar Angka HMJ Matematika Ulas Pentingnya Jadi Pemuda Adaptif di Era Digital

Facebook
Twitter
WhatsApp
Pemaparan salah satu pemateri pada Seminar Nasional Angka 2025 yang diselenggarakan HMJ Matematika FST UIN Alauddin di Aula FEBI, Senin (20/10/2025). Foto: Washilah-Ririn Dwi Ariyanti (Magang).

Washilah — Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Matematika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Alauddin Makassar menggelar Seminar Nasional Angka 2025 bertajuk “Pemuda Bisa Apa di Era Digitalisasi?” di Aula FEBI, Senin (20/10/2025).

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yakni, Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Provinsi Sulawesi Selatan, Sultan Rakib serta kreator digital Makassar, Zul Kifli.

Pemateri pertama, Sultan Rakib dalam pemaparannya mengajak pemuda, khususnya generasi milenial dan Gen Z untuk mampu beradaptasi dan mengambil peran aktif dalam kemajuan teknologi. Ia mengibaratkan generasi muda seperti harimau di hutan yang hidup di habitatnya sendiri.

“Kalau milenial dan Gen Z itu ibarat harimau di hutan, tempatnya memang di sana. Jadi tidak ada alasan untuk tidak bisa mengikuti perkembangan teknologi,” ujarnya.

Sultan menjelaskan bahwa berdasarkan survei, sebagian besar generasi muda kini lebih memilih pekerjaan independen yang memberikan kebebasan dan fleksibilitas waktu.

“Mereka ingin merdeka dalam bekerja, tidak ingin diatur siapa pun kecuali oleh tanggung jawab terhadap ekonomi mereka sendiri,” tambahnya.

la juga mengingatkan bahwa teknologi memiliki dua sisi, yakni bisa memanfaatkan teknologi atau justru dimanfaatkan oleh teknologi. Menurutnya, generasi muda perlu menjadi pelaku yang aktif, bukan hanya penonton dalam arus digitalisasi.

“Generasi muda saat ini bisa menjadi bibit untuk membantu generasi sebelumnya mengikuti perkembangan zaman. Bahkan banyak yang kini berdagang lewat media sosial seperti TikTok,” jelasnya.

Sementara itu, Zul Kifli menyoroti pentingnya kemampuan bertransformasi atau transisme di era digital. Di mana pemuda harus mampu memahami efek dan pesan ilmu pengetahuan serta teknologi terhadap masyarakat.

“Yang dibutuhkan pemuda hari ini adalah transisme, apa efekmu dan apa pesan iptekmu terhadap masyarakat,” tuturnya.

la menambahkan bahwa hampir semua pekerjaan kini bisa dilakukan melalui digitalisasi, sehingga pemuda perlu teru mengasah kemampuan teknologi agar mampu bersaing dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Penulis: Ririn Dwi Ariyanti (Magang)
Editor: Hardiyanti

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Dummy Edisi 6 Maret

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami