HMJ PMI Bahas Peran Fasilitator Sebagai Penggerak Pemberdayaan Desa

Facebook
Twitter
WhatsApp
Pemaparan salah satu pemateri dalam sekolah Fasilitator yang digelar HMJ PMI di Ruang Rektorat Lantai 4, Selasa (14/10/2025). | Foto : Washilah-Ratman (Magang).

Washilah — Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar menggelar Sekolah Fasilitator bertajuk “Dari Mahasiswa ke Masyarakat: Menjalin Relasi, Menggali Potensi, Menciptakan Solusi” di Ruang Rektorat Lantai 4, Selasa (14/10/2025).

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Madya Dinas PMD, Dr Suryadijaya Safaruddin, Akademisi FDK, Hikmawati Sabar serta Kepala Departemen RKP Walhi Sulawesi Selatan, Slamet Riadi.

Narasumber pertama, Dr Suryadijaya dalam pemaparannya menyampaikan fasilitator atau pendamping desa memiliki peran generalis, berwawasan luas, dan memahami berbagai aspek terkait situasi yang akan dihadapi.

“Tidak hanya memahami pengembangan masyarakat, tetapi juga mengetahui berbagai hal secara umum, misalnya regulasi, stunting, lansia, dan lain-lain,” ujarnya.

Ia menegaskan setiap desa memiliki sumber daya yang perlu dikembangkan demi kesejahteraan masyarakat, dan hal itu dapat dilakukan oleh fasilitator sebagai penggerak.

“ Kita sebagai pendamping harus berperan aktif mengajak masyarakat untuk bergerak bersama,” ucapnya.

Sementara itu, narasumber kedua, Hikmawati menjelaskan esensi pemberdayaan masyarakat adalah memastikan terciptanya kemandirian masyarakat.

“Di manapun itu, kita ingin agar masyarakat tidak lagi bergantung kepada pihak mana pun dan tahu apa yang harus mereka lakukan demi kesejahteraannya,” katanya.

Adapun narasumber ketiga, Slamet Riadi, menyampaikan fasilitator harus memiliki keterampilan, kemampuan mengamati situasi, serta mampu melakukan riset sederhana untuk memudahkan proses fasilitasi di masyarakat.

“Saya yakin kita semua memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Nah, hal ini penting untuk mempermudah kita berinteraksi dan memahami dinamika di desa,” jelasnya.

Dia menambahkan fasilitator perlu memahami analisis jaringan sosial agar mampu melihat keterkaitan antarindividu dalam masyarakat.

“Dalam proses fasilitasi, penting bagi kita untuk memahami struktur dan analisis jaringan sosial yang ada di masyarakat,” tuturnya.

Penulis: Ratman (Magang)
Editor: Hardiyanti

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami