Washilah — Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Alauddin Makassar selenggarakan Kuliah Umum dengan tema “Mengukur Denyut Demokrasi: Survei dan Masa Depan Partisipasi Publik” di Lecture Theater (LT) FUF, Kamis (18/9/2025).
Salah satu pemateri, Nurul Hidayah dalam paparannya menekankan pentingnya survei politik terutama dalam tiga aspek, pertama memetakan dukungan, kedua memengaruhi opini publik dan ketiga memprediksi partisipasi pemilih.
“Survei politik bukan sekadar angka. Jika kita memahami data, memenangkan pertarungan politik akan jauh lebih mudah,” ujarnya.
Ia menambahkan, mahasiswa Ipol tidak cukup hanya piawai berargumentasi atau beropini, tetapi juga harus memahami survei politik agar diskusi mereka memiliki dasar yang kuat.
“Keterampilan membaca survei politik lima hingga sepuluh tahun ke depan akan sangat dibutuhkan. Karena itu, sekaranglah sapat untuk mulai belajar,” katanya.
Pemateri selanjutnya, Dr Anggriani Alamsyah mengatakan bahwa pengetahuan tentang survei politik dapat menjadi modal awal bagi mahasiswa.
“Suatu saat di antara kalian ada yang akan menjadi kepala desa, anggota legislatif, atau bahkan mendirikan lembaga survei sendiri. Maka pengalaman ini bisa menjadi gambaran awal bagi kalian,” ujarnya.
Penulis: Ratman (Magang)
Editor: Hardiyanti











