Washilah — Beberapa mahasiswa penghuni asrama Ma’had Aly resah atas dugaan kasus pencurian barang yang kerap terjadi namun tidak ditangani lebih lanjut oleh pihak pengelola asrama.
Yudas (bukan nama sebenarnya) mengaku telah kehilangan barang di Ma’had Aly pada bulan Juni lalu, ia menyebut bahwa kejadian tersebut terjadi saat dirinya meninggalkan kamarnya untuk makan di lantai empat bersama temannya.
“Laptop saya hilang, padahal keluar bentar, padahal kutinggal makan sebentar di atas,” ujarnya.
Dia menyebut pengajuan pemasangan CCTV juga telah dilakukan oleh penghuni asrama namun belum terealisasi hingga saat ini.
Tak berhenti di situ, kasus serupa juga dialami oleh Iskar (bukan nama sebenarnya), kejadian itu terjadi pada bulan Oktober tahun 2024 lalu, saat itu ia mendapati pintu kamarnya dalam kondisi terbuka saat pulang dari sholat ashar dan ketika diperiksa, barang berharga miliknya dan teman sekamarnya sudah tidak ada.
“Awalnya teman saya tidak percaya dan setelah lama kelamaan dia juga sadar ternyata handphone-nya juga hilang. Pada saat itulah kami sadar ternyata hp kami telah dicuri,” ungkapnya.
Usai kejadian tersebut, para korban telah mencoba melaporkan peristiwa ini ke Satuan pengamanan (Satpam) asrama untuk mengecek CCTV namun ternyata fasilitas tersebut tidak berfungsi.
“Saya sempat pergi ke satpam untuk meminta rekaman CCTV, namun satpamnya bilang CCTV-nya tidak berfungsi. Jadi, mau tidak mau ya tidak bisa akses CCTV,” keluhnya.
Dari beberapa kasus kehilangan barang tersebut, penghuni asrama menganggap bahwa pihak asrama tak peduli terhadap kejadian tersebut.
“Sudah beberapa kali kami juga notice di grup, tetapi tidak ada respon,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Koordinator Asrama, Risna menyayangkan hal tersebut bisa terjadi namun hal ini menjadi perhatian besar bagi pihak asrama untuk kedepannya.
“Artinya sinergitas ji ini. Menjadi perhatian besar kami sebagai pengelola asrama. Artinya kedepannya ini tidak akan ada terjadi lagi hal seperti ini” katanya saat ditemui, Senin (14/7/2025).
Risna menambahkan, untuk perbaikan dan pengadaan CCTV membutuhkan anggaran, namun anggaran tersebut dipegang oleh rektorat. Perlu melewati prosedur, hingga adanya pencairan dana untuk pemanfaatannya. Saat ini, persoalan kemanaan masih bergantung kepada satpam untuk berjaga.
Penulis: Muh Yudistira Fahrezi (Magang)
Editor: Hardiyanti











