Drama Musikal Inaugurasi Farmasi Suarakan Keresahan Mahasiswa

Facebook
Twitter
WhatsApp
Penampilan drama musikal dalam Pharmacy Vaganza 2025 di Gedung Manunggal, Minggu (27/7/2025). | Foto: Washilah-Muh Yudistira Fahrezi (Magang).

Washilah — Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar tampilkan drama musikal berjudul “Lampu yang Mati” dalam Pharmacy Vaganza 2025 yang berlangsung di Gedung Manunggal, Minggu (27/7/2025).

Ketua panitia, Muh Alif Fauzan mengatakan perlunya menyampaikan aspirasi atau sesuatu yang bisa merugikan banyak pihak.

“Tidak ada salahnya untuk membuka suara selagi hal tersebut benar,” ujarnya.

Salah satu penampil, Khaerunisya menuturkan pesan yang disampaikan mewakili situasi yang kerap kali terjadi di lingkungan kampus, salah satunya sistem pembelajaran yang salah. Melalui puisi ini juga ia menyampaikan bagaimana menyuarakan suara yang selalu dibungkam oleh oknum-oknum yang salah di perguruan tinggi.

“Kami diberikan pendidikan bukan untuk tunduk, bukan untuk membungkuk di hadapan yang salah, tapi untuk tau seperti apa itu merdeka, untuk belajar bahwa diam berarti bersalah” tegas Khaerunisya, aktor dalam drama musikal.

Salah satu penonton, Nadila merasa penampilan itu sangat mewakili keresahan mahasiswa, dan memberikan pesan dari isi puisi sebagaimana pendidikan harus jadi tempat saling dengar bukan saling tekan. Menurutnya mahasiswa ingin didengar bukan untuk dibungkam, kritik bukan hanya perlawanan tetapi juga bentuk cinta sama keadilan.

“Mereka kritik karena peduli bukan mau bikin rusak. Jadi, pesan saya pendidikan itu harus jadi ruang bebas berpikir, bukan tempat tunduk-tunduk saja,” katanya.

Penulis: Nur Apriyanti Dewi (Magang)
Editor: Hardiyanti

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami