Oleh: Nandya Fitri Ramadhani
Kendalanya di luar kendali,
Namun Sang Pencipta Maha Menguasai.
Bagaimana mungkin aku meragukan-Nya lagi,
Saat segala takdir ada di genggaman Ilahi.
Aku hanyalah insan, lemah dan fana,
Terbatas daya, rapuh dalam genggaman-Nya.
Namun kupercaya, takdir-Nya tak pernah keliru arah,
Meski kadang hati goyah oleh luka yang parah.
Meski badai datang seperti tak ingin menyudahi,
Jalannya terjal, langkahpun semakin terasa perih.
Namun hati tetap percaya semuanya telah tertata oleh sang pencipta langit dan bumi,
Bahwa ada hikmah di balik takdik yang di penuhi misteri.
Biarlah hidup berputar dengan likunya,
Kadang di atas, kadang tenggelam dalam luka
Tapi aku tahu, kuasa-Nya tiada tara,
Mengatur segalanya dengan cinta yang sempurna.
Tak ada lagi keraguan dalam hati,
Walau realita tak selalu ramah menemani
Sebab Sang Pencipta, yang Maha Mengerti,
Tahu yang terbaik untuk setiap hamba-Nya.
Kini aku melangkah tanpa beban yang sama,
Dengan harapan yang tumbuh di setiap doa dan asa.
Keyakinanku bukan karena tak pernah jatuh,
Tapi karena aku tahu, Tuhan selalu mendekap saat aku rapuh dan patah.
*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar











