Washilah — Mahasiswa program studi Perbankan Syariah (PBS) angkatan 2023, keluhkan tugas akhir yang wajibkan menerbitkan jurnal terindeks Sinta (Science and Technology Index).
Beberapa Mahasiswa PBS, angkatan 2023 merasa bahwa penerbitan jurnal pada tugas akhir mata kuliah tidak harus melalui Sinta. Sebab biaya untuk menerbitkannya begitu mahal sedangkan kemampuan ekonomi mahasiswa berbeda-beda.
Salah satu Mahasiswa PBS, Aras (bukan nama sebenarnya) menuturkan biaya yang harus dikeluarkan untuk menerbitkan jurnal tersebut di Sinta 6 sebanyak Rp 350 ribu belum lagi semester 4 diwajibkan menerbitkan di Sinta 3 dan 4.
“Kalo saya resah, dan terutama teman-temanku ditau mi perkonomiannya dan jauh dari rumahnya. Tapi kalo diwajibkan mengupload jurnal Sinta 3,4 itu mungkin sangat memberatkan bagi saya dan teman-teman,” keluhnya.
Ia menambahkan, sebetulnya tugas tersebut menurutnya bagus, sebab mempunyai bekal dalam melakukan penelitian. Namun, tidak harus menerbitkan jurnal di Sinta untuk mendapat nilai yang tinggi.
“Memang bagus tujuannya supaya bisa ki bikin penelitian, agar punya ki bekal di masa yang akan datang. kalo Sinta itu dapat nilai A dan apapun yang penting Sinta dapat nilai A. Ada teman kelasku Nonsinta dapat nilai B dan A-,” tambahnya.
Senada dengan itu, Ares (bukan nama sebenarnya) juga merasa bahwa untuk menentukan nilai tidak harus dengan menerbitkan jurnal di Sinta. Karena masih ada beberapa indikator untuk menentukan nilai.
“Nassa mi resah, karena itu yang terbitkan jurnal yang dijadikan patokan nilai, jadi kayak harus pi ini ada jurnal, baru bagus nilai. Dan yang lain itu ndak na perhatikan mi seperti kehadiran dan yang lain,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menilai untuk semester 4 masih terlalu dini untuk mengerjakan hal demikian. Baginya semester 6 adalah waktu yang tepat untuk mengerjakan tugas tersebut namun tak harus menetukan Sinta berapa dan tak perlu diwajibkan.
“Kalo saya kayak belum pi waktunya untuk semester 4, mungkin bisa ji di semeter 6, tapi ndak perlu diwajibkan agar mempermudah teman-teman karena dilihat lagi ekonominya,” jelasnya.
Sementara itu, dosen berkaitan, Kamaruddin menjelaskan tugas tersebut diberikan bertujuan sebagai bekal untuk mereka, sebab tidak ada mata kuliah yang khusus untuk mempelajari hal tersebut
“kalo tidak diajari sejak sekarang, kapan mereka belajar? Karena tidak ada dalam mata kuliah mereka,” katanya.
Ia menegaskan bahwa untuk mendapat nilai tinggi, tidak harus menerbitkan jurnal di Sinta sebab banyak indikator penilaian, seperti kehadiran dan sikap.
Menanggapi hal tersebut, Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA), Satria Wicaksana mengatakan mewajibkan tugas kepada mahasiswa kemudian diterbitkan di jurnal, harusnya melihat beberapa aspek seperti memberikan metode yang jelas agar nilai tidak bertentangan dengan integritas akademik.
“Harus diukur, dilakukan dengan metode yang jelas artinya tertuang dalam pedoman akademik atau SK rektor. pun terbit di sk rektor dia harus memuat nilai-nilai yang tidak bertentangan dengan integritas akdemik,” jelasnya.
Ia menegaskan, kode etik sebagai pendidik terutama pada publikasi harus menjadi poin utama dan tidak boleh ada pemaksaan didalamnya.
“Karena dalam prinsip publikasi itu artinya dilakukan bersama dengan kasadaran dan tanggung jawab serta pembagian kewenangan yang juga sama antara dosen dan mahasiswa, ” pungkasnya.
Penulis: Mujahid
Editor: Hardiyanti











