LK Pungut Biaya Aksesori PBAK 2023, Ketua Prodi Ilmu Falak: Itu Pungli

Facebook
Twitter
WhatsApp
Ilustrasi : Mahasiswa Baru (Maba) UIN Alauddin Makassar saat PBAK offline tahun 2018. | Foto : Galeri Washilah

Washilah – Ketua Prodi Ilmu Falak Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar, Fatmawati Hilal sebut biaya aksesori yang disediakan Lembaga Kemahasiswaan (LK) untuk Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) 2023 sebagai pungutan liar (pungli).

Pembelian aksesori ini, kata Fatmawati adalah pungli karena tidak ada dalam edaran Rektor UIN Alauddin Makassar untuk PBAK tahun ini.

“Embel-embel tas, slayer dan sebagainya itu melanggar aturan Rektor,” katanya dalam flayer yang diunggah di media sosial pribadinya.

Fatmawati mengimbau dan mengecam pungli itu lewat flayer yang ia unggah di akun media sosial pribadinya.

“Berantas pungli, berkedok aksesori PBAK. Adik-adik Maba UIN Alauddin, ingat ki dik, PBAK itu tidak boleh ada pungutan liar dalam bentuk apapun, sesuai edaran Rektor. Ayo, mari bersama berantas pungli di kampus peradaban ini, bersama kita bisa,” imbaunya.

Lebih lanjut, Fatmawati mengatakan, seharusnya Maba tidak diberatkan dengan biaya apa pun selama kegiatan PBAK berlangsung.

“Pungli itu, dan ini akan terus berlanjut jika pimpinan tidak tegas menghentikan praktek-praktek seperti ini,” tegasnya saat dihubungi melalui sambungan telepon WhatsApp, Kamis (24/8/2023).

Sebelumnya, pada Selasa 22 Agustus 2023 lalu, laman Instagram @uinam.info mengunggah beberapa keluhan Maba terkait pembayaran aksesori menjelang PBAK 2023.

Dalam unggahan itu, beberapa Maba menceritakan keluhannya sewaktu ingin mengambil formulir PBAK. Salah satu akun Maba yang identitasnya dirahasiakan, menuliskan dirinya tidak pernah mengira akan dimintai biaya aksesori PBAK. Namun, saat ingin mengambil formulir di fakultasnya, ia dimintai bayaran sebesar 150 ribu.

“Terus juga ini min, sebelumnya ada beberapa oknum bilang sendiri, katanya disediakan ji nanti. Tapi pas ambil formulir, ternyata bayar 150 ribu,” keluh salah satu akun Maba kepada akun Instagram @uinam.info, Selasa (22/8/2023).

Akun Maba lainnya juga menuliskan, dirinya telah meminta keringanan karena berasal dari keluarga yang tidak mampu, namun usahanya meminta keringanan itu tidak digubris panitia.

“Kita yang tidak mampu berusaha minta keringanan tapi tidak bisa katanya,” tulisnya.

Penulis: Rahmat Rizki

Editor: Irham Syahril

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami