Hilangnya Peran Mahasiswa

Facebook
Twitter
WhatsApp
Doc Pribadi | Sultan Alaudin

Oleh : Sultan Alaudin

Masjid sebelum munculnya pandemi atau virus corona sangatlah ramai di penuhi mahasiswa yang sedang tarbiah ataupun kajian-kajian islam, kantin tempat makan sambil cerita-cerita mahasiswa seolah senyap, kampus yang hijau dengan gedung-gedungnya yang kokoh dan menjulang tinggi seolah menjadi bangunan tak berpenghuni.

Mahasiswa yang kritis tak lagi mengisi ruang kelas, aktifis yang aktif di jalan hanya sebatas cerita, sekret dari berbagai organisasi ataupun organda tak lagi di isi dengan manusia yang kritis dan berintelektual, kos-kosan  mahasiswa yang dulunya riuh karena penduduknya yang banyak menjadi hening tampa suara, perpustakaan tempat ribuan buhkan jutaan buku seolah menjerit karena tak pernah lagi di baca, satpam kampus yang tegas,  dalam pengamanan kampus tak lagi mendapat gesekan dari mahasiswa.

Taman baca yang menjadi perkumpulan mahasiswa sebelum masuk kelas menjadi hening, lapangan olahraga sebelum virus corona muncul sangatlah ramai oleh atlet-atletnya, warkop tempat ngumpul sambil kerja tugas para mahasiswa menjadi sepi, bukit cinta sebelum munculnya virus corona sangatlah padat di penuhi mahasiswa, yang tak kenal waktu siang dan malam

Pertanyaannya mereka semua kemana kawan..?? Mungkin mereka tak lagi rindu dengan masjid-masjid tempat mereka tarbiah ataupun kajian, mungkin mereka tak lagi rindu dengan kantin, tempat makan, dengan suasana yang sejuk, mungkin mereka tak lagi rindu dengan kampusnya yang hijau dengan gedung-gedungnya yang tinggi nan-indah.

Mungkin mereka tak lagi rindu dengan perdebatan di dalam kelas untuk menyelesaikan sebuah persoalan, mungkin mereka tak lagi rindu menyuarakan kebenaran dan membela hak rakyat yang di ambil oleh para elit-elit politik, mungkin mereka tak lagi rindu dengan sekret tempat beradu argumen para mahasiswa yang kritis dan berintelektual.

Mungkin mereka tak lagi rindu kos-kosan yang sangat riuh oleh kawan-kawan sakaligus tempat main pes dan pinjam uang teman, juga istirahat malam, mungkin mereka tak lagi rindu dengan perpustakaan yang isinya buku menjerit karena ingin di baca, mungkin mereka tak lagi rindu dengan satpam yang kocak saat mengatur kendaraan ataupun saat pemeriksaan diri terhadap benda tajam sebelum masuk kampus, mungkin mereka tak lagi rindu dengan taman baca tempat bedah buku secara teratur.

Mungkin mereka tak lagi rindu dengan lapangan olahraga tempat mengadu skill dan kekuatan mempertahankan bola agar tidak di rebut lawan, mungkin mereka tak lagi rindu dengan warkop tempat ngopi sambil kerja tugas, mungkin mereka tak lagi rindu dengan dengan bukit cinta tempat mereka memadu kasih dengan do’i-nya.

Rasanya miris menjadi mahasiswa yang katanya agen of change di dalam sebuah negara, sementara hanya duduk dan diam melihat kondisi saat ini di tengah pandemi, mungkin mahasiswa hari ini tinggal gelar, sementara pengabdian kepada masyarakat belum pernah nampak, mahasiswa yang hanya mengurung diri di tengah pandemi tidaklah pantas menyandang tugas sebagai agen of change.

Hilang, lenyap, senyap itu hal yang terjadi saat ini, toa yang pernah membara di jalanan semisal, menolak kebijakan yang di buat pemerintah,  kemudian kontra terhadapa rakyat seolah hilang, kampus yang menjadi tempat konsolidasi setiap persoalan atau masalah tak lagi di gunakan.orator yang pernah membara menyapaikan tuntutannya kepada pemerintah tak pernah lagi muncul di jalan, kawan haruskah kita diam di kamar menyaksikan para pemangku kekuasaan berbuat semenah-menah.

Hilangnya peran mahasiswa dalam menyuarakan kebenaran adalah hal yang sangat mustahil, akan tetapi bisa saja hal ini terjadi, ketika mahasiswa tak lagi peduli, seperti halnya dalam dalam ajaran para pendahulu kita bahwa tidak akan bahwa tidak akan berubah nasib suatu kaum kalau bukan dia sendiri yang merubahnya.

*Penulis Merupakan Mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Semenster IV.

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami