Washilah – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Komisariat UIN Alauddin Makassar cabang Makassar mengadakan Dialog Hari Kartini Online, Selasa (21/4/2020) tadi malam.
Acara tersebut digelar melalui sistem daring (online) dengan menggunakan aplikasi WhatsApp Group dengan mengangkat tema “Momentum Hari Kartini, KOPRI Bergerak Untuk Ibu Pertiwi” yang diikuti oleh 222 peserta dari berbagai daerah.
Meskipun dibuka untuk umum namun mayoritas peserta dialog adalah sahabat atau kader PMII dari berbagai cabang di Indonesia yang sangat antusias dengan kegiatan tersebut.
Kegiatan yang digelar pukul 20.00 Wita tersebut menghadirkan tiga pemantik yaitu, Devi Laraswati (Lembaga Advokasi PKC PMII Jawa Timur), Megawati S,Pd (Staf Advokasi dan Lembaga Pendidikan Anak Rakyat/LAPAR), dan Anisa Lusiana (Alumni SIG PMII Komisariat UINAM Cabang Makassar), yang dipandu oleh moderator, Lisa Andriyawati.
Dalam pemaparan materinya pemantik pertama, Anisa Lusiana menjelaskan tentang perempuan dan media, bahwa salah satu kontribusi perempuan saat ini adalah terjun dalam media.
“Jadi perempuan melalui dunia patriarki, adalah sosok asing yang juga sekaligus diberlakukan asing. Jika disitu ada hirarki yang mengitarinya, maka perempuan diposisikan subordinat. Kita sebagai kaum perempuan harus memiliki kesadaran bahwa kita memiliki persamaan hak, kita juga harus berani melakukan propaganda salah satunya memalui media dalam bentuk tulisan contohnya. Selain kesadarann dan propaganda yang kita lakukan kita juga memerlukan dukungan dari kaum laki-laki sehingga tidak lagi terjadi diskriminasi antar gender,” ujar Anisa Lusiana.
Pemantik, Devi Laraswati menjelaskan tentang Kartini-Kartini Muda Harapan Bangsa, bahwa peran perempuan dalam ranah publik tidak terlepas dari bantuan kaum laki-laki.
“KOPRI memiliki peran penting dalam mengentaskan macam-macam permasalahan yang terjadi dimulai menyelesaikan permasalahan diri kita sendiri, memperkaya keilmuan kita tentang Isu-isu keperempuan, mengulurkan bantuan kita melalui pendamping ke yang terdampak. Peran perempuan tidakakan lepas dari support dan bantuan dari kaum laki-laki karena pada dasarnya perempuan dan laki-laki adalah mitra dalam kehidupan. Perempuan mengambil tempat diwilayah publik bukan berarti untuk menyingkirkan kaum laki-laki akan tetapi kita dapat bekerjasama disemua wilayah, baik diwilayah publik maupun domestik. Karena sejatinya dibalik kepemimpinan perempuan ada kerjasama kepala laki-laki dan perempuan yang disatukan untuk menyelesaikan sebuah masalah,” kata Devi Laraswati.
Adapun Pemantik, Megawati S.Pd mencoba menjelaskan mengenai corak pemikiran & gerakan perempuan Indonesia. Perempuan Indonesia tidak tinggal diam melihat berbagai penindasan melainkan mereka terus eksis dalam pergerakan melawan ketidakadilan.
“Dari teologi Corak berpikir perempuan Indonesia juga tidak terlepas dari pengaruh teologi tertentu seperti Islam, Kristen, Budha dlln. Setelah penjajahan yg berkepanjangan yg menjadikan Indonesia ini menjadi patriarkhi tentu saja perempuan Indonesia tidak tinggal diam ada banyak gerakan yg dilakukan sejak Indonesia merdeka hingga saat ini perempuan pun terus eksis dalam pergerakan nya. Sedikit kita menoleh pada gerakan perempuan sebelum kemerdekaan yaitu perjuangan perempuan melakukan protes terhadap kebijakan kolonial tentang kawin cerai yg dianggap sangat merendahkan perempuan, kemudian Kartini yg menyuarakan emansipasi wanita, diera orde lama perempuan memperjuangkan hak-haknya di kabinet, hukum dan lainnya,” penjelasan Megawati S.pd.
Salah satu peserta kegiatan tersebut, Rahmat berharap agar kegiatan tersebut bisa menjadi motivasi bagi perempuan dalam melawan penindasan.
“Tujuan diadakannya kegiatan tersebut adalah untuk memperingati hari lahir ibu Kartini yang merupakan manifestasi salah satu gerakan perempuan di Indonesia dan juga bisa menjadi refleksi atas keadaan perempuan hari ini sehingga terjadi pembaharuan gerakan perempuan melawan kondisi penindasan hari ini,” harap Rahmat.
Ketua Umum PMII Rayon Febi UINAM Cabang Makassar, Iqra Saleh berharap agar selanjutnya perempuan-perempuan hari ini mampu melanjutkan perjuangan ibu kartini, terus berkarya dan berinovasi serta berperan diruang publik.
“Setelah kegiatan ini berhasil kami jalankan walaupun ditengah wabah covid ini dari media grup whatsapp, saya berharap agar selanjutnya perempuan perempuan hari ini mampu melanjutkan perjuangan ibu kartini, terus berkarya dan berinovasi juga selalu berperan diruang publik seperti pendidikan, ekonomi dan politik, terakhir saya menucapkan terima kasih kepada pemantik telah meluangkan waktu dan pikirannya” ucap Iqra Saleh.
Citizen Report : Zulfa Amani











