Dialog Kebangsaan Jadi Rangkaian Milad Jurusan PMH

Facebook
Twitter
WhatsApp
Salah satu pemateri saat memaparkan materinya dalam Dialog Kebangsaan yang bertema "Ekstrimisme dan Ideologi Keagamaan di Indonesia." Bertempat di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar, Senin (23/12/2019).

Washilah – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Perbandingan Mazhab dan Hukum (PMH) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) menggelar Dialog Kebangsaan dengan mengusung tema “Ekstrimisme dan Ideologi Keagamaan di Indonesia” sebagai rangkaian dari semarak milad yang ke-26 tahun. Bertempat di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar, Senin (23/12/2019).

Dialog ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Yusri Muhammad Arsyad selaku Akademisi Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Muhammad Sabir selaku Akademisi UIN Alauddin Makassar dan Nurdin Massi selaku Ketua PD Muhammadiyah Kota Makassar.

Yusri Muhammad Arsyad memaparkan materinya tentang cara mengatasi ekstrimisme di kalangan mahasiwa.

“Untuk mengatasi ekstrimisme di kalangan mahasiswa itu tidak ada cara lain kecuali dengan belajar al-Islam belajar agama dari berbagai sumber, sehingga kita mempunyai wawasan yang luas terhadap agama islam sendiri,” paparnya.

Ketua panitia, Rezky Arfyani A mengatakan mahasiswa-mahasiswa utamanya jurusan PMH itu dapat mengetahui bagaimana agama islam itu dengan mengikuti dialog kebangsaan ini.

“Kita harus memahami apa eksistensi agama islam, ideologi agama islam dan tujuan agama islam di Indonesia,” ucapnya.

Senada dengan itu, Ketua HMJ PMH, A Makkarumpa Sofyan menanggapi dialog ini dapat memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang radikalisme, ekstrimisme dan ideologi keagamaan.

“Supaya mahasiswa bisa paham mengenai ekstrimisme dan ideologi keagamaan di Indonesia,” tuturnya.

Penulis: Lismardiana Reski (Magang)
Editor: Dwinta Novelia

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami