Mahasiswa, Katanya

Facebook
Twitter
WhatsApp
Dok Pribadi I Pelita Nur

Oleh: Pelita Nur

Mendengar kata mahasiswa merupakan satu kebanggaan tersendiri atau suatu tantangan dan memiliki tanggung jawab yang begitu besar.

Menurut Sarwono [1978] Mahasiswa merupakan setiap orang yang secara resmi telah terdaftar untuk mengikuti pelajaran di perguruan tinggi dengan batas usia sekitar antara 18-30 tahun. Mahasiswa adalah suatu kelompok dalam masyarakat yang memperoleh status karena memiliki ikatan dengan perguruan tinggi. Mahasiswa juga merupakan seorang calon intelektual ataupun cendekiawan muda dalam suatu lapisan masyarakat yang sering kali syarat dengan berbagai predikat dalam masyarakat itu sendiri.

Akan tetapi sekarang mahasiswa sudah mulai mengalami pergeseran, mahasiswa lupa akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang mahasiswa, mahasiswa hanya merasa tenang dengan keadaaan (zona nyaman).

Mahasiswa selalu dijunjung sebagai penyambung lidah rakyat. Sebagai penerus bangsa, yang haus akan pengetahuan, mengkritik setiap kebijakan pemerintah dengan saran-saran yang baik untuk negeri ini.

Jangan jadikan kampus sebagai penjara, tetapi jadikan kampus sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas, seperti halnya dengan berorganisasi. Saat ini kita tidak terjajah dalam bentuk fisik tetapi terjajah dalam bentuk pemikiran.

Buku yang seharusnya menjadi teman kita, tetapi perlahan menjauh dan kita lebih mengutamakan gadget, mahasiswa sekarang inginnya yang instan tanpa enggan untuk bekerja keras, cenderung malas kerja tugas, ingin santai tetapi cepat lulus, dan kebanyakan mahasiswa yang ingin mempunyai IPK yang tinggi.

Wahai mahasiswa sadarlah berapa banyaknya mahasiswa yang suka nitip absen saja, datang terlambat ke kampus, keluar ruangan dengan sesuka hati kapan pun iya mau, dan bahkan masih ada diantara mereka yang asik chatting di media sosial pada saat mata kuliah berlangsung, biasanya tugasnya instan hasil copy paste dari internet. Dan saya yakin tidak semua mahasiswa yang melakukan hal itu.

Sekarang kebanyakan mahasiswa berlomba-lomba untuk mendapatkan IPK yang tinggi, wahai mahasiswa kuliah itu bukan tentang IPK yang tinggi tetapi kuliah itu tentang pengalaman, orang-orang yang kalian temui, serta skill yang kalian dapatkan selama kuliah. IPK yang tinggi bukannya tidak penting, sebenarnya penting tetapi ada yang paling penting yaitu kompetensi. Kompetensi itu sering diartikan sebagai perangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab. Kompetensi adalah bekal ketika masuk dunia kerja, dan bukan hanya yang berkaitan dengan indeks prestasi.

Jadi buat para mahasiswa jangan malas dan jangan suka menunda nunda pekerjaan, serta tugas yang diberikan kepada dosen. Jadilah mahasiswa yang haus akan pengetahuan dan jadilah mahasiswa yang intelektual, jangan jadi mahasiswa yang apatis.

*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) semester II.

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami