Ada Apa dengan Pendidikan Saat Ini?

Facebook
Twitter
WhatsApp
Dok Pribadi I Warsukni

Oleh: Warsukni

Pendidikan adalah jembatan guna mencerdaskan generasi bangsa, pendidikan memiliki peranan penting dalam kemajuan negeri ini. Dengan pendidikan kita dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan, tetapi kondisi pendidikan saat ini bisa dikatakan sangat memprihatinkan, dikarenakan moral dan sopan santun yang dimiliki generasi saat ini sangat kurang.

Saat ini banyak sekali para pelajar yang suka akan tawuran dengan sesama pelajar, tindak kekerasan pun mereka lakukan, bahkan mereka sama sekali tidak memiliki rasa malu untuk berpegangan tangan dengan lawan jenisnya di tempat umum. Hal ini dikarenakan kurangnya moral serta akidah para pelajar.

Bukan hanya dari kalangan para pelajar, saat ini pun banyak sekali terjadi tindakan-tindakan yang begitu memalukan dan meresahkan masyarakat sekitar. Contohnya adalah orang-orang pintar yang bergelar sarjana dari berbagai lulusan universitas ternama dan juga para dewan yang “katanya” terhormat banyak yang tertangkap tangan melakukan korupsi ataupun penyuapan, parahnya lagi tindakan tersebut dilakukan bersama-sama dengan teman-teman mereka yang “katanya” terhormat. Yang lebih mirisnya adalah saat mereka tertangkap oleh pihak yang berwajib, mereka malah dengan santainya melemparkan senyuman yang lebar kepada masyarakat. Seakan-akan ingin mengatakan bahwa perbuatan yang mereka lakukan itu tidak salah.

Bukankah mereka harusnya malu dengan tindakan tersebut, apakah mereka tidak mengetahui atau pura-pura tidak tahu bahwa memakan sesuatu hal yang bukan haknya adalah perbuatan dosa dan haram hukumnya. Ataukah mereka itu sudah kehilangan akal sehat dan putus sudah urat malunya. Bahkan ada saja orang yang jelas-jelas terjerat kasus korupsi yang menjadi ketua atau pemimpin disuatu instansi. Bukankah itu sangat memalukan?

Melihat fenomena-fenomena yang terjadi saat ini, sepertinya ada yang salah dengan pola pendidikan formal di Indonesia dan semestinya harus dikaji ulang. Ataukah memang pola pendidikan formal saat ini hanya mengajarkan ilmu-ilmu dunia sehingga banyak menghasilkan orang-orang pintar, tetapi sayangnya mereka tidak terdidik dan memiliki budi pekerti yang lemah. Akibatnya orang-orang pintar tesebut malah menjadi orang yang bejat, sombong, menindas kaum yang lemah, bahkan mencuri sesuatu yang bukan haknya. Padahal seharusnya merekalah yang menjadi panutan, penolong dan pemimpin yang baik untuk menciptakan kemaslahatan bagi orang banyak.

Oleh karena itu, sistem pendidikan formal yang ada saat ini harus segera direvisi dengan tidak hanya mementingkan hasil, tetapi lebih mementingkan suatu keberhasilan agar tidak melahirkan orang-orang pintar yang memintari, bukannya orang-orang pintar yang mendidik.

*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) semester II.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami