Opini : Peran Media Massa dalam Pertarungan Elit Politik

Facebook
Twitter
WhatsApp

Oleh : Muh Indra Husain

Berbicara mengenai informasi, agaknya sudah menjadi kebutuhan dasar setiap manusia untuk mengetahui tentang apa yang terjadi  di sekelilingnya. Media massa menjawab kebutuhan ini. Jadi dapat dikatakan bahwa media massa merupakan kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial, untuk mendapatkan informasi mengenai hal-hal yang terjadi di sekitarnya.

Media massa itu sendiri adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan-pesan dari sumber kepada khalayak dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis seperti surat kabar, radio, tv dan internet.

Dalam sejarah media massa ternyata memiliki perkembangan yang sangat signifikan, mulai dari era surat kabar yang dianggap lahir pada tahun 1405 – 1367 SM , era majalah yang pertama kali terbit di tahun 1731 di London, era radio, era televisi, sampai era internet yang masih eksis sampai sekarang ini.

Di zaman milenial seperti sekarang ini, agaknya media massa menjadi salah satu alat informasi yang sangat populer dan sangat berpengaruh bagi kehidupan sosiokultural yang ada dalam masyarakat, bahkan secara fenomenologi media massa kini sangat superior dalam kehidupan masyarakat,  misalnya dalam hal komunikasi dan pengambilan informasi kebanyakan seseorang lebih menggunakan media massa sebagai sumber informasinya,

Media massa memiliki berbagai fungsi, salah satunya adalah fungsi sosial dan fungsi ekonomi. Dengan adanya fungsi tersebut, media bukanlah entitas yang pasif seperti robot yang hanya mendistribusikan pesan, melainkan aktif, selekif, dan kritis. Hal ini karena media massa sebagai institusi memiliki kepentingan sendiri bahkan, memiliki pemikiran dan idealisme secara independen.

Media massa memiliki perspektif yang menjadi kerangka acuan dalam kegiatannya, yang sangat berhubungan, dukungan atau penolakan atas ide politik tertentu . Media memiliki kemampuan untuk membentuk pendapat umum. Adanya pendapat umum dengan snowball effect akan sangat mungkin mendorong sikap dan perilaku khalayak atau isu politik tertentu. Dalam proses komunikasi, peran media menjadi sangat penting, peran tersebut tak hanya dalam konteks pendistribusian pesan umum, tetapi yang jauh lebih penting adalah nilai berita yang diterima masyarakat.

Dalam perkembangannya, media massa memang sangat berpengaruh di wilayah kehidupan sosial, budaya, ekonomi, hingga politik. Dari aspek sosial budaya, media adalah institusi sosial yang membentuk definisi dan citra realitas serta dianggap sebagai ekspresi sosial yang berlaku umum. Secara ekonomis, media adalah institusi bisnis yang membantu masyarakat, untuk memperoleh keuntungan dari berbagai usaha yang di lakoni, sedang dari aspek politik, media memberi ruang atau arena pertarungan diskursif bagi kepentingan berbagai kelompok sosial politik yang ada dalam masyarakat demokratis.

Di indonesi sendiri, media massa sudah menjadi alat yang sangat populer dan sangat  menguntungkan bagi orang-orang yang berkecimpung di dunia perpolitikan, karena media massa mampu membangun isu-isu politik baik untuk menjatuhkan ataupun menaikkan popularitas dari politisi-politisi tertentu, salah satu penyebab media massa menjadi alat politik yang sangat efisien adalah karna masyarakat khususnya di Indonesia lebih memakai media massa sebagai alat untuk mengetahui segala informasi, entah informasi itu benar atau salah  media massa mampu membangun opini publik.

Oleh karena begitu vitalnya peran media massa dalam berbagai aspek kehidupan publik, maka memicu banyak pihak dari golongan politik tertentu yang mencoba memanfaatkan media massa sebagai  alat untuk mencapai tujuannya, dan secara hegemonik kerap memaksakannya kepada publik. Di antara mereka bahkan mampu menguasai media secara keseluruhan, yakni  menjadi pemilik perusahaan media massa.

Golding dan Murdock dalam teori ekonomi-politiknya mengemukakan bahwa media massa memang telah menjelma sebagai industri yang menjual produk berupa informasi untuk di konsumsi masyarakat demi memperoleh profit bagi pemiliknya. Pola ini menggurita secara global dalam suatu sistem kapitalisme media, dimana media massa berperan penting sebagai agen ideologis yang membentuk pola fikir dan membantu perilaku konsumennya. Sebagai contoh misalnya ANTV dan TV ONE adalah kepunyaan dari Aburizal Bakrie ketua umum Partai Golongan karya (Golkar), sedangkan Surya Paloh sebagai ketua umum Partai Nasdem merupakan pemilik dari Metro tv dan lain sebagainya.

Media massa memang memiliki sisi positif, “Sebagai penyampai informasi jarak jauh”, tapi di samping itu ketika media massa digunakan sebagai alat untuk kepentingan-kepentingan tertentu maka media massa juga memiliki sisi negatif “hoax”, karena media massa merupakan salah satu lahan kampanye yang murah dan dapat menjangkau masyarakat luas, media massa juga mampu memberikan kepada masyarakat informasi baik mengenai dunia perpolitikan secara umum, maupun kapasitas dan kredibilitas calon tertentu. Pun, dalam membentuk persepsi publik peran media massa tak perlu dipertanyakan lagi.

*Penulis merupakan mahasiswa jurusan Filsafat Agama, Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik (FUFP) UIN Alauddin Makassar angkatan 2015.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami