Terbengkalainya Pengelolaan Sanitasi di Gedung PKM

Facebook
Twitter
WhatsApp
Ekspresi Mahasiswa saat memasuki Toilet Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM). Senin (19/03/2018)

Washilah – Sejak digunakannya Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Kampus II Samata pada tahun 2010 silam, kini gedung PKM tak banyak mengalami perubahan hingga memasuki tahunnya yang ketujuh, berbagai persoalan pun timbul di gedung berlantai III ini, salah satunya fasilitas sanitasi yang tidak memadai khususnya toilet.

Sanitasi sendiri menurut  Badan Kesehatan Dunia World Health Organisation (WHO), adalah merujuk kepada penyediaan sarana dan pelayanan pembuangan limbah kotoran manusia seperti Urin dan Feses, sudah sapatutnya sebahagian mahasiswa yang aktif berkegiatan di gedung tersebut, merasa prihatin dengan kondisi toilet yang sudah sejak lama tidak difungsikan, dikarenakan kurangnya  persediaan air sehingga toilet di PKM menjadi tidak terpakai.

Hal itu kemudian mengundang keresahan bagi mahasiswa yang berkegiatan di gedung tersebut, Kondisi toilet yang jarang tersentuh peremajaan dan kurang mendapat perhatian dari pihak pimpinan, mendapat reaksi dari sejumlah mahasiswa yang menghuni gedung PKM, hal itu terbukti dengan fenomena yang terjadi pada toilet lantai tiga, sebagian ruang toilet terbengkalai dan beberapa gelas bekas kemasan air mineral yang berada dalam toilet, terlihat berisikan air seni. Senin (20/03/2018)

Salah seorang mahasiswa mengaku dengan sengaja melakukan hal tersebut, selain dari bentuk protes, Ini juga lantaran ia tidak mampu lagi menahan untuk sekedar buang air kecil.

“Pada posisi kebelet jarak untuk melangkahkan kaki dari lantai tiga PKM menuju toilet masjid yang terdekat, terasa cukup jauh, apalagi kalo dari lantai dasar mau kembali ke lantai tiga, bayangkanmi,” ungkap  mahasiswa yang tidak ingin disebut namanya.

Mereka yang memiliki Ruangan Sekretariatan dan berdekatan dengan toilet tersebut, hanya mampu bersabar karena tidak jarang udara yang dihirup mahasiswa, bercampur dengan kotoran toilet yang menyebabkan bau tidak sedap.

Deh kita itu disini tahan-tahan mamiki kasian, karena kalau kebelet, susah juga mau dilarang, selayaknya toilet memang butuh air,” keluh Rahmat yang merupakan salah satu anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Black Panther.

Lain halnya dengan mantan ketua UKM Pramuka periode 2015  Irwan, mengungkapkan bahwa persoalan sanitasi telah turun-temurun menjadi masalah dan belum juga perhatian serius dari birokrasi kampus sampai hari ini. kadang, tak jarang ia mengeluhkan perihal itu ke Wakil Rektor lll Bagian Kemahasiswaan, pada saat dia masih menjabat sebagai ketua pramuka.

“Masalah turun temurun itu bosku, biasa mengalir sekali-sekali. Itu kalau habismi air kita ketemu  ibu WR lll, dan kalau  dihitung kelancaran air cuman 27% pada saat itu,” ungkapnya.

Upaya meremajakan gedung PKM telah dilakukan oleh pihak birokrasi, dengan terlihatnya beberapa pintu baru yang dipasang pada sejumlah ruangan sekretariatan yang bersamaan dengan tergantinya warna cat pada gedung tersebut, namun yang dilakukan oleh birokrasi dinilai oleh Ketua Umum UKM Black Panther, Muhammad Yusbar masih kurang tepat, karena hampir semua mahasiswa yang aktif berkegiatan di gedung PKM membutuhkan toilet yang layak dan air yang memadai, bukan perubahan warna gedung dan pintu ruangan  Sekertariatan yang baru.

“Mengerjakan instalasi aliran air di toilet PKM lebih urgen daripada mengganti warna cat PKM dan mengoleksi bunga-bunga di depan gedung barunya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI),” singgungnya.

Sementara itu dosen kesehatan masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Abd Majid Hr ikut prihatin dengan sanitasi toilet di kampus UIN Alauddin.

“Sanitasi dikampus kita itu sangatlah buruk, semua itu berdasarkan hasil inspeksi oleh mahasiswa Kesehatan lingkungan tahun 2017 lalu, bahkan sanitasi toilet hanya mencapai 30% saja,” Bebernya melalui Media Sosial Whatsapp.

Ia juga menambahkan bahwa persoalan toilet, air bersih, sampah dan parkiran adalah persoalan yang sering diabaikan di Universitas yang berlabelkan Kampus Peradaban tersebut.

Penulis : Fahrul Iras

Editor : Anugrah Ramadhan

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami