Puisi “Rencana Alam” Oleh Fauziah Nurul Jannah

Facebook
Twitter
WhatsApp
Ilustrasi | pixabay.com

Ketika debu dihempas mengudara,
Angin membersihkan pijakan darinya.
Akan kemana jika tak jatuh kembali?
Di bolak balik oleh semesta.

Hujan datang menyatukan debu dalam pijakan.
Angin diam dalam menyaksikan.
Terik surya menunggu giliran.
Mengundang kembali debu menghiasi jalan.

Netra abu-abu masih betah di penjuru,
Entah terisak karena bahagia,
Atau tersenyum dalam duka cita.
Alam selalu ambil bagian di dalamnya.

*Penulis merupakan mahasiswa jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) semester V

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami