Engkau telah terbang tinggi membentangkan sayapmu dari Sabang sampai marauke lihatlah ke bawah suku di atas bentangan pulau yang berjajar.
Engkau adalah tonggak pemersatu bangsa sejak engkau di lahirkan.
Garudaku Pancasila teruslah engkau bentangkan sayapmu di bawah cengkerama merah putih.
Railah cita-citamu teriakan kicauan mu di negeri ibu pertiwi agar kelak nanti negeri dan bangsamu tidak berada dalam kesengsaraan.
Garudaku Pancasila engkau membawa bangsa ini tenteram, aman dan damai.
Garudaku Pancasila beragam suku, agama, ras dan budaya engkau telah bisa menyatukan bangsa ini dibawah cakar mu yang kokoh.
Garudaku Pancasila banyak yang ingin menjatuhkanmu dari ketinggian, namun engkau tetap kokoh membawa terbang tinggi idiologi bangsa ini.
Garudaku pancasila engkau pemegang kunci perdamaian di bumi ibu pertiwi.
Jayalah garudaku songsong masa depan bangsa ini engkau raja di atas raja pembawa perdamaian.
Bangkitlah garudaku fungsikan yang ada di belahan dada mu jadikan sebuah tonggak perlawanan bagi orang orang ingin menhianatimu.
Aku yakin sayap, cakar dan belahan yang ada di dada mu tetap kokoh dan bisa melawan yang menhianatimu.
Penulis adalah mahasiswa jurusan Ilmu Politik Semester II











