KKN UIN Alauddin Kelurahan Attangsalo Gelar Penyuluhan Pertanian

Facebook
Twitter
WhatsApp
Proses penyuluhan pembuatan pupuk organik di Kantor Kelurahan Attangsalo Kecamatan Ma'rang Kabupaten Pangkep. Senin (15/05/2017)

Washilah – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Alauddin angkatan 55 Kelurahan Attangsalo Kecamatan Ma’rang Kabupaten Pangkep menggelar Penyuluhan Pertanian pembuatan pupuk kompos dengan tema Tempa Masyarakat dengan Pola Pertanian Organik yang berlangsung di Kantor Kelurahan Attangsalo. Senin (15/05/2017)

 

Kegiatan ini hadiri oleh Kepala Lurah Attangsalo dan staf-staf kelurahan, tokoh masyarakat serta masyarakat Kelurahan Attangsalo.

 
Ketua panitia Fadhillah Azis mengatakan, bahwa alasan mengangkat tema ini karena dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat terkait pemanfaatan bahan-bahan yang dapat dikelolah lagi menjadi pupuk kompos.

 
Dr A Syahruddin. B selaku kepala Lurah mengatakan, semoga kegiatan ini bermanfaat dan sangat berharap kepada tamu undangam  bisa mengikuti kegiatan ini sampai selesai.

 
Slamet SP sebagai pemateri dari Politani menyampaikan, bahwa pembuatan pupuk kompos ini sebenarnya besar sedikitnya memberi subtansi pada tanaman. Peran pupuk organik ini memperbaiki struktur tanahnya karena penggunaan pupuk kimia yang berbahaya sehingga produksi tanaman lebih meningkat.

 
“Dengan adanya pupuk organik ini produksi tanaman lebih meningkat, jangka panjang dan ramah lingkungan, tuturnya.

 

Lanjut,alasan menggunakan pupuk organik karena ditempat ini banyak bahan-bahan yang dapat dimanfaatkan, contohnya jerami padi, pangkasan rumput, limba yang dapat dimanfaatkan, bahkan kotoran ternak dapat pula dimanfaatkan dan difermentasikan.

 
Salah satu contohnya Limba nasi, dapat dimanfaakan menjadi Migro organik lokal atau pembuatan pupuk cair organik plus. Caranya dengan genggam nasinya hingga sebesar bola pingpong, diamkan selama tujuh hari kemudian akan menjadi bakteri perombat.

 

“Lalu nasi dimasukkan kedalam botol, tambahkan gula pasir dan air kelapa jika berhasil aromanya seperti bau tape jika gagal makan akan berbau busuk,” jelasnya.

 

Penulis: Wiryanti

Editor: Nur Isna

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami