Pembukaan Milad, UKM LDK Al Jami Launching BOM

Facebook
Twitter
WhatsApp
Foto bersama WR Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof Aisyah Kara saat pembukaan milad UKM LDK Al Jami dengan tema "11 tahun bergerak menuju peradaban", berlangsung di Masjid Amir Su'ud Bin Fahd Kampus II UIN Alauddin Makassar. Sabtu (01/04/2017)

Washilah – Dalam rangka milad ke 11, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al Jami UIN Alauddin Makassar mengadakan pembukaan milad secara resmi sekaligus launching BOM (Book One Month). Sabtu (01/04/2017)

Berlangsung di Masjid Amir Su’ud Bin Fahd Kampus II UIN Alauddin Makassar, kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor (WR) Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof St Aisyah Kara, yang dalam sambutannya mengatakan bahwa UKM LDK Al Jami itu harus unggul.

“Kalian adalah uswah bagi lembaga lain juga masyarakat kampus pada umumnya. Kampus ini butuh mahasiswa luar biasa, akhlak, kejujuran, dan hal-hal baik lainnya. Potensi yang dimiliki harus ditonjolkan. Sebab saat ini, UIN kekurangan bibit-bibit unggul, potensi bahasa misalnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum LDK Al Jami Ahmad Fauzi mengatakan puncak milad tersebut akan dilaksanakan pada September mendatang, dengan banyak event yang akan memeriahkannya. Seperti tahfidz, tilawah, lomba da’i dan rangking satu.

“Kemarin kami melakukan bakti sosial keliling kampus sekaligus meminta ucapan selamat milad serta harapan-harapan untuk LDK Al Jami kedepannya. Setelah itu masih ada kegiatan tabligh akbar dengan harapan mewujudkan kampus yang robbani. Mengusung konsep outdoor sebagai ajang syiar, agar seluruh masyarakat kampus ikut terlibat dalam kegiatan kami,” bebernya.

Fauzi juga menambahkan tema, “11 Tahun Bergerak Menuju Peradaban” agar memberitahu bahwa LDK Al Jami mengawal peradaban dengan persiapan dan hal-hal yang berguna, tanpa perlu terlalu jauh berangan-angan tentang konsep peradaban itu sendiri.

Senada dengan apa yang disampaikan Prof Aisyah, peradaban itu mewujudkan masyarakat kampus dengan akhlak yang baik, penuh tanggung jawab, disiplin, jujur, dan sifat-sifat positif lainnya.

“Itu yang seharusnya dilakukan dalam konsep peradaban,” tutup mahasiswa jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam itu.

Penulis: Desy Monoarfa
Editor: Eka Reski R.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami