Puisi “Rinduku milik-Mu” oleh Nur Isna

Facebook
Twitter
WhatsApp

Aku terhempas oleh angin rindu
Menepi di sudut hati yang retak
Menjerit ditikam oleh bayang semu
Ada noda hitam yang mencabik tubuhku.

Aku hilang arah
Sebelum ku kembali menjadi bangkai
Sebelum ku terkulai tak berdaya dibalik papan
Aku ingin menemuiMu di atas sajadah.

UntukMu wahai sang pemilik rind,
Masih bisakah aku meneriakkan rinduku?
Sementara suaraku telah habis meraung kesakitan
Tuhanku, aku benar-benar rindu
Rindu yang sangat menyiksaku.

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami