BEM FIK Adakan Bedah Buku dan Dialog Liberalis

Facebook
Twitter
WhatsApp
WASHILAH – Dalam agama Islam, perbedaan pemahaman itu banyak ditemukan. Perbedaan dalam suatu sudut pandang ajaran dapat melahirkan suatu kelompok, aliran atau mazhab, misalnya kelompok Jaringan Islam Liberal (JIL). Kelompok ini memiliki masih banyak menuai pro kontra di kalangan muslim di Indonesia.
Untuk mengetahui sedikit tentang pemikiran dan kelompok JIL tersebut, Badan Ekekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar mengadakan bedah buku dan dialog, Islam Liberal 101. Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Lecture Theater (LT) UIN Alauddin, Kamis (21/06) ini bekerja sama dengan Makassar Movement #Indonesia Tanpa JIL.
Kegiatan dibuka oleh Dekan FIK UIN Alauddin, Prof Dr dr Rasyidin Abdullah MPH MHKes. Pemateri yang membawakan bedah buku ialah penulis buku Islam Liberal 101, Akmal Sjarif, dengan didampingi oleh Prof Qasim Mathar, Guru Besar UIN Alauddin, dan Abdul Chalid Bibbi, wartawan Celebes TV, sebagai moderator .
Dialog dimulai dengan bedah buku Islam Liberal 101. Di awal sesi, penulis bercerita bahwa JIL merupakan adopsi pemikiran dari Barat. Ia merupakan transformasi dari cara berpikir orang Barat terhadap Islam, yang sekarang kurang populer di Barat sendiri. Kelompok ini pahamnya lebih dekat dengan liberalisme daripada Islam. Karenanya, para aktivis dari kelompok ini lebih senang disebut sebagai Liberalis daripada Islamis.
Saat ditemui reporter Washilah, Ketua BEM FIK UIN Alauddin, Kasnadi, Kamis (21/06) mengaku belum bisa memberikan pandangannya tentang JIL. Meskipun sebenarnya ada penyimpangan dari pemikiran kelompok tersebut, namun dia tidak mau memberi penilaian sepihak, karena membahas tentang JIL perlu kajian yang mendalam.
“Ke depannya kita tetap akan mengadakan tindak lanjut dari kegiatan ini, sehingga tidak berhenti sampai di sini. Rencananya akan diterbitkan buku berikut berjudul Buya Hamka, dan kita akan coba adakan dialog kembali,” ujar Kasnadi.
Untuk diketahui, forum #Indonesia Tanpa JIL ini sudah melaksanakan dialog dengan sasaran pada kalangan mahasiswa di beberapa universitas di Indonesia. Di Makassar sendiri, Universitas Hasanuddin dan UIN Alauddin mendapat kesempatan untuk menyelenggarakan dialog tersebut. (AMQ)

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami