Sistem Pendidikan Pesantren Punya Khas Tersendiri

Facebook
Twitter
WhatsApp

Jumat, 02 Desember 2011 | Suryani Musi
Sidang promosi Doktor Adri Lundeto (PPs) UIN Alauddin Makassar
Washilah Online-Adri Lundeto berhasil meraih gelar doktornya tadi malam, Kamis (01/11/2011) di gedung Pascasarjana (PPs) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.
Pria kelahiran, Bintauna Sulawesi Utara (Sulut) tersebut membahas bahasa sistem pendidikan  Pesatren punya kekhasan tersendiri. 
Dalam disertasinya yang berjudul Pesantren Di Sulawesi Utara Anatalisis Kritis Sistem Pendidikannya secara garis besar membahas bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan sangat diperhitungkan dalam melahirkan gererasi terdidik yang memiliki intelektualitas yang religius. 
Karena pesantren ditunjang dengan kekhasan sisitem pendidikan yang diterapkan di dalamnya. Kekkhasan tersebut terimplikais pada penerapan siistem pendidikannya pada aspek kelembagaan dan keorganisasian, kepemimpinan, kuriukulum, pendidikan, dan peserta didik. 
Pimpinan sidang adalah Rektor, Prof Dr Qadir Gassing HT MS. Sementara Tim penguji dan promotor pada promosi doktor tersebut adalah Prof Dr Muhammad Room M Pd I, Prof Dr H Natsir Baki MA. Ko promotor Dr Muljono Domopoli M Ag. Tim penguji Prof Rasdiyana, Dr Halifah Mustami dan Prof Dr Mappanganro.
“Penelitian ini bertujuan menemukan penelitian tenatng eksistensi dan pelaksannaan pendidikan pesantren di Sulawesi Utara (Sulut). Faktor pendukung dan penghambat siistem pendidikan pesantren dan solusi alternatif, mengantisipasi faktor penghambat tersebut untuk kemudian dapat menemukan solusi pendidikan di Sulut,”katanaya ketika memaparkan secara garis besar isi disertasinya selama kurang lebih sepuluh menit di hadapan tim penguji.
Penelitian ini adalah penelitian lapangan bersifat deskriptif kuualitatif, dengan mengambil lokasi empat pesantren di Sulut. Yakni pesantren lembaga pendidikan Islam Pondok Karya Pembangunan Manado, Pesantre Al-Akhairat Bintauna, Pesantren Hidayatullah Bitung, dan Pesantren Assalam Manado. Dan, berhasil mendapatkan Indeks prestasi kumulatif (IPK) 90,55 A. dengan lama pendidikan tiga tahun, tujuh bulan, dan 11 hari.
Data dikumpulkan berdasarkan obesefasi lapangan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan wawancara semi struktur. Data lainnya dikumpulkan dengan foto dokumentasi oleh peneliti dan kajian teorinya dikumpulkan melalui penelusuran referensi pustaka.  
Hasil penelitian yang berhubungan dengan sistem pendidikan pesantren di Sulut menyangkut hal-hal sebagai berikut: pertama, Pesantren di Sulut merupakan pesantren yag berbasis sistem, yakni pesantren dengan sistem kepemimpinan kolektif . Kedua, faktor pendukung sistem pendidikan pesantren Sulut terdiri dari: Dukungan masyarakat, dukungan pemerintah, dan dukungan alumni. 
Faktor penghambat terdiri dari aspek kelembagaan dan keorganisasian yang berbasis sistem. Aspek kepemimpinannya bercorak laises faire, aspek kurikulum yang bersifat adaptif, dan lainnya. Ia emudian dinyatakan lulus dengan gelar doctor dalam bidang Pendidikan Islam, sebagai doktor ke 111 di UIN.
ia menawarkan solusi untuk semuA itu, yakni solusi untuk mengantisipasi faktor penghambat sistem pendidikan pesantren di Sulut dengan melakukan pembenahan dan penataan manajemen pesatren dengan baik. Melakukan kaderisasi pemimpin, merumuskan kurikukum pesanten yang menjadi ciri khas pesantren, meningkatkan kualitas pendidik, mengupayakan fasilitas dan program yang memadai agar peserta  didik tertarik dan tinggal di pesantren.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami