Rasulullah Idolaku

Facebook
Twitter
WhatsApp

Kamis, 11/08/2011 | Suryani Musi

Washilah Online-Mengidolakan Rasulullah adalah suatu hal yang wajar bagi seorang muslim. Ketika seseorang mengidolakan pada figur tertentu yang disukainya secara pasti dia akan melakukan imitasi agar bisa sama dengan figur idolanya itu.

Hal tersebut disampaikan oleh Dr Muhammad Shuhufi M Ag ketika membawakan ceramah tarwih di masjid kampus I Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Rabu (10/08/2011) malam.

“Yang membuat judul ini pasti anak muda. Karena judul yang biasa saya terima tentang Rasul biasanya bahasanya seperti ini, Muhammad Sebagai Tauladan, atau Meneladani Muhammad,” katanya.

Dilihat dari kondisi psikologi terdapat dua bagian, yakni ada yang diidolakan dan ada yang mengidolakan. Orang diidolakan sudah jelas tidak tahu siapa yang mengidolakannya itu. Namun, orang yang mengidolakan sudah jelas dia akan mencari tahu sampai sedetail-detailnya sosok idolanya tersebut. Sehingga informasi tentang idolanya terus ter-update.

“Bentuk kecintaan kita pada sosok tertentu biasanya ditandai dengan selalu disebut nama idola kita. Jika mengidolakan Rasul berarti selalu bersalawat kepada Nabi. Kemudian selanjutnya adalah orang yang mengidolakan akan selalu meneladani atau mencontoh tingkah lakunya. Seorang anak muda yang mengidolakan artis pirang, dia pasti ikutan pirang. Begitu juga ketika meneladani Rasul, seseorang juga akan mengikuti sifat-sifat Rasul,”paparnya.

Menurut Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) ini menyatakan bahwa ada lima kriteria sehingga Rasul patut dijadikan idola. Mengidolakannya sebagai nabi dan Rasul, mengidolakannya sebagai wali pengutus untuk keteladanan, mengidolakannya sebagai pemberi pertanyaan, mengidolakannya sebagai pemimpin Negara, dan mengidolannya sebagai panutan orang biasa.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami