Prof. Dr. Hj. Andi Rasdiyanah

Facebook
Twitter
WhatsApp

Menangis Untuk Pertama Kali
Di usianya yang senja, 75 tahun 5 bulan lebih, Perempuan yang pernah menjabat Rektor IAIN Alauddin ini mengaku terharu, saat buku biografi tentang dirinya diluncurkan, kamis, 22 Juli lalu, di lantai 4 gedung rektorat UIN Alauddin. Buku tersebut berjudul, Refleksi 75 Tahun Prof Dr Hj Andi Rasdiyanah; Meneguhkan Eksistensi Alauddin. Penyusunnya adalah, salah seorang penggagas berdirinya koran kampus Washilah di tahun 1987, Waspada Santing. Selain Waspada Santing, penyusun lain yang ikut membantu antara lain, Dr. Mohd Sabri AR, Drs. H. Muhammad Ansar Ilyas, Drs. H Muh. Natsir Siola,M.Ag, dan Anwar Sadat, S.Ag.,M.Ag. Buku ini memuat 33 tulisan tentang Prof Rasdiyanah dari berbagai praktisi, penulis, dan akademisi UIN, yang telah banyak mendapat pelajaran dan kesan darinya. Kebanyakan dari mereka adalah murid perempuan yang telah menelorkan banyak akademisi ini. Dalam pemaparan materinya sebagai keynote speaker, Prof Rasdiyanah sempat menitikkan air mata haru, dan berterima kasih atas penghargaan yang telah diberikan oleh banyak muridnya. ”Untuk pertama kalinya, saya melihat Ibu Rasdiyanah menangis. Dan sebagai sejarawan, ini akan tertulis dalam sejarah,” sahut Prof. Dr. Ahmad Sewang, moderator dalam peluncuran buku tersebut.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami