Washilah — Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Perbandingan Mazhab dan Hukum (PMH) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Alauddin Makassar menggelar Webinar Nasional yang berlangsung melalui Google Meet, Minggu (10/8/2025).
Kegiatan bertajuk “Mengulik Makna Menjadi Mahasiswa” ini menghadirkan narasumber Kordinator Nasional Persatuan Perbandingan Mazhab dan Hukum Se-Indonesia (PPMH-SI), M Waliyuddin Yusuf.
Dalam pemamparannya, Waliyuddin mengatakan untuk menjadi mahasiswa yang mempunyai kesadaran kolektif, perlu adanya pemahaman terhadap tupoksi mahasiswa yakni, Agent of control, agent change, moral force, guardin of values dan iron stock, sehingga mahasiswa dapat mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Terutama mewujudkan Tri Dharma Perguruan tinggi dalam tantangan perkembangan teknologi informasi.
”Mahasiswa mampu menghadapi era kemajuan digital dan tuntutan sosial, karena generasi emas terletak pada pemuda yang sadar pada hak dan tanggung jawabnya,” ujarnya.
Ia menambahkan mahasiswa harus bijak dalam menyusaikan kondisi di tengah perkembangan era digital seperti sosial media. Mahasiswa sebagai agen of change harus pandai menelaah informasi penting dan menghindari zona nyaman.
”Mahasiswa kalo tidak menghadapi era digital dengan selesai, maka mahasiswa akan stuck dalam perkembangan zaman yang akan datang,” tambahnya.
Terakhir, ia menjelaskan tupoksi mahasiswa dalam masyarakat yang harus memiliki pemahaman mendalam terkait gerakan perubahan agar nantinya mahasiswa sudah mempunyai bekal yang cukup untuk mengatasi berbagai problematika sosial dalam masyarakat.
”Sebelum mengubah keadan, kita harus mengetahui keadan itu dulu,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu mahasiswa baru PMH, Suci Hasriani merasa kegiatan ini sangat tepat untuk mengenalkan dunia kampus dan tupoksi sebagai mahasiswa sebelum memasuki Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK).
“Sangat menambah wawasan kami sebagai maba tentang tangung jawab mahasiswa dan wawasan mengenai jurusan yang akan kami jalani ke depannya,” katanya.
Ia berharap kegiatan seperti ini selalu diadakan sebelum PBAK agar mahasiswa baru punya dasar untuk memahami hak dan perannya sebagai mahasiswa.
“Kegiatan seperti ini sangat membantu kami sebagai mahasiswa baru untuk memahami tupoksi mahasiswa dan memahami dunia perkuliahan,” ucapnya.
Penulis: Atma Sudarminata Bahari (Magang)
Editor: Hardiyanti











