Washilah – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan mengadakan Gerakan Masyarakat Mencegah Stunting (Gammara’na) yakni program inovasi dalam percepatan pencegahan dan penanganan stunting pada empat lokasi di Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang, Selasa (8/8/2023).
Program ini mengusung tema “Interprofessional Collaboration dalam Pemberdayaan Komunitas Sebagai Upaya Pencegahan Stunting dengan Pendekatan Aset Based Communitiy Development”.
Program ini dicanangkan pada lembaga pengabdian masyarakat berbasis pendidikan, keagamaan dan kemasyarakatan serta menyasar empat lokasi di antaranya Puskesmas Tuppu, KUA Kecamatan Lembang, SMK 9 Pinrang, dan Desa Bakaru.
Program Gammara’na berkolaborasi dengan Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar, Prof. Mustari Mustafa, serta dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), Dr Risnah dan Muh Randy Rahman.
Berdasarkan data dari Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) yang diperoleh, prevelensi balita stunting di Sulawesi Selatan sebesar 27,4 persen dan masih berada di atas rata-rata nasional yaitu 24,4 persen.
Dosen FKIK, Risnah mengatakan keberadaan anak dalam sebuah keluarga merupakan hal penting.
“Untuk melanjutkan generasi dan pembangunan bangsa secara umum, sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan bersama pada anak stunting,” terangnya.
Guru Besar UIN Alauddin Makassar, Prof Mustari menuturkan pentingnya pencegahan stunting bagi anak.
“Hal ini menjadi penegasan agar kita berkolaborasi dalam upaya pencegahan stunting untuk dapat meningkatkan kualitas hidup anak dalam sebuah keluarga,” jelasnya.
Penulis: Sriwahyuni
Editor: Nabila Rayhan











