Washilah — Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Alauddin Makassar selenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Agropreneur Muda di Era Digital: Inovasi, Regulasi dan Transformasi untuk Menyongsong Peternakan di Era VUCA,” yang berlangsung di Lecture Theater (LT) FST, Selasa, (25/11/2025).
Seminar tersebut menghadirkan tiga pemateri yakni Farmer Support Center DDU Indonesia, Drh Subaedy Yusuf, BBPSDMP Kominfo Makassar, Rizqan Halalah serta Wakil Dekan III Universitas Hasanuddin, Muhammad Ihsan Andi Dagong.
Pemateri pertama, Drh Subaedy Yusuf menekankan bahwa keberhasilan sektor peternakan di masa depan sangat ditentukan oleh keterlibatan generasi muda yang kreatif, adaptif, dan berani berinovasi.
“Pentingnya mindset kewirausahaan, efisiensi produksi, dan manajemen kesehatan ternak sebagai fondasi utama agropreneur modern,” katanya.
Selanjutnya, Rizqan Halalah membawakan materi terkait digitalisasi dalam dunia peternakan dan agribisnis. Ia mengatakan penguasaan teknologi digital, literasi data, dan pemanfaatan platform komunikasi menjadi kunci bagi agropreneur untuk mengakses informasi, memperluas pasar, serta meningkatkan efektivitas usaha di era serba cepat seperti sekarang.
“Transformasi digital dianggap sebagai elemen penting untuk bertahan dan bersaing dalam ekosistem VUCA,” ujarnya.
Sementara itu, pemateri ketiga, Prof Muhammad Ihsan Andi Dagong membahas pengembangan genetik, di mana inovasi genetik ini menjadi salah satu bukti konkret kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas ternak nasional.
“Pengembangan ALOPE Unhas satu menunjukkan bahwa penguatan riset genetik sangat dibutuhkan dalam mewujudkan industri peternakan yang lebih efisien dan tahan terhadap tantangan masa depan,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Syahrir sidiq menuturkan kegiatan ini hadir menjadi wadah penguatan wawasan dan kesiapan mahasiswa terhadap dinamika dunia peternakan modern yang semakin dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, perubahan pasar, dan tantangan kompetitif global.
“Saya berharap dapat mendorong lahirnya generasi agropreneur yang inovatif, digital-oriented, serta mampu membawa sektor peternakan Indonesia lebih maju dan berkelanjutan,” tuturnya.
Penulis: Nurul Emil Dayani
Editor: Hardiyanti











