Mahasiswa KKN Angkatan 77 Edukasi Warga Bahaya Pernikahan Dini

Facebook
Twitter
WhatsApp
Pemaparan salah satu pemateri dalam Seminar Pernikahan Dini yang digelar Mahasiswa KKN Angkatan 77 UIN Alauddin Makassar di Desa Padanglampe, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep, Kamis, (7/8/2025). | Foto: Istimewa.

Washilah — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 77 UIN Alauddin Makassar gelar Seminar Pernikahan Dini bertajuk “Bahaya Pernikahan Dini” di Aula Kantor Desa Padanglampe, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep, Kamis, (07/8/2025).

‎Koordinator Desa (Kordes), Ahmad mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari usulan Camat Ma’rang saat penerimaan mahasiswa KKN Angkatan 77.

‎“Usulan tersebut memotivasi kami untuk mengadakan seminar sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat. Apalagi, tingginya pernikahan dini sangat berdampak pada masa depan generasi muda,” katanya.

Ia menambahkan, data dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kec. Ma’rang tercatat hanya 268 pasangan yang menikah secara resmi dan tercatat secara hukum negara dalam beberapa bulan terakhir.

‎Dalam seminar ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Kepala KUA Kecamatan Ma’rang, Aminullah dan Kepala Ruangan Klaster KIA/KB Puskesmas Padanglampe, Bidan Nuraeni.

‎Dalam pemaparannya, Aminullah menjelaskan tentang definisi pernikahan dini serta konsekuensi hukum dan sosial yang menyertainya bila tidak tercatat secara resmi. Ia juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam pengawasan pergaulan anak.

‎Dia juga mengulas isi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan serta menyampaikan pentingnya peran orang tua dalam menjaga pergaulan anak.

‎Sementara itu, Bidan Nuraeni menjelaskan dampak pernikahan dini dari sisi kesehatan. Ia menyebutkan bahwa remaja yang menikah muda rentan mengalami berbagai risiko.

‎“Remaja yang menikah di usia dini berisiko tinggi mengalami gangguan reproduksi, stres, hingga trauma psikologis,” jelasnya.

‎Penulis : Syahraty Ridhayah S (Magang)
Editor: Hardiyanti

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami