Washilah — Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar gelar Bazar Dialog di Warkop Mau.Co Jln. Tun Abdul Razak, Kab. Gowa, Senin (12/5/2025)
Kegiatan ini mengusung tema “Efisiensi Anggaran: Top Down to Button Up” dengan menghadirkan narasumber Presiden Mahasiswa (Presma) Muh Zulhamdi Zuhafid dan mahasiswa ilmu politik, Arman Alfiandi.
Muh Zulhamdi Zuhafid menuturkan bahwa kebijakan efisiensi anggaran ini dalam penerapannya tidak tepat sasaran. Hal ini menandakan bahwa pimpinan universitas mengalokasikan anggaran yang diefisiensikan dari pemerintah pusat itu tidak tepat sasaran.
“Lagi lagi saya sampaikan bahwa dalam SE nomor 12 tahun 2025 oleh sekertaris jenderal kementerian agama tentang efisiensi anggaran dan pelaksanaan teknis dimana tidak ada poin menyatakan di dalam surat edaran tersebut adalah lembaga kemahasiswaan itu di efisiensikan,” lanjutnya
Ia juga menganggap bahwa pimpinan universitas keliru dalam menerapkan kebijakan ini.
“Sehingga ini yang kami tuntut kedepannya karena anggaran lembaga kemahasiswaan itu bersumber dari uang kuliah tunggal mahasiswa, sehingga tidak ada alasan sebenarnya anggaran lembaga kemahasiswaan itu diefisiensikan atau ditiadakan,” katanya
Sementara itu, Ketua umum HMJ Jurnalistik, Rendy pasolon mengatakan efisiensi anggaran ini semua lapisan seperti pimpinan negara, pimpinan kampus, dan itupun terjadi di UIN Alauddin Makassar.
“Nah yang terjadi di UIN Alauddin Makassar isu yang terjadi pada lembaga seperti Dema, Sema, HMJ dan lainnya dikenakan efisiensi,” katanya.
Lanjutnya, ia berharap setelah dialog ini dilaksanakan semua LK turut melakukan pergerakan.
“Semoga semua lembaga kemahasiswaan turut lakukan pergerakan seperti yang disampaikan Presma tadi tentang pergerakan ke pimpinan supaya mereka tidak semena-mena atas aliran tersebut,” tuturnya
Penulis : St. Mardiah Rezky Andini
Editor: Hardiyanti











