Washilah – Hari kedua Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar, menggelar dialog publik. Namun saat berlangsung, dialog tersebut dihentikan secara paksa oleh Wakil Dekan (Wadek) III, Dr Amiruddin, Kamis (27/08/2021).
Moderator dialog A Muh Ismail bercerita, pembubaran bermula ketika sesi tanya jawab berakhir kemudian moderator kembali mengambil alih dengan maksud menambahkan penjelasan terkait pembungkaman demokrasi, beberapa waktu berselang, Wakil Dekan III Dr Amiruddin datang dan langsung menghentikan dialog.
“Pas selesai sesi tanya jawab, ketika saya bercerita bagaimana bentuk pembungkaman demokrasi di skala kampus, saya ungkitmi soal aktivitas jam malam dan lain-lain,” ucapnya.
Setelah mendengar apa yang moderator sampaikan, Wakil Dekan III mendatangi ruang senat (Tempat berlangsungnya PBAK) untuk menghentikan dialog tersebut. Dalam keadaan room zoom masih menyala, moderator kembali berbicara dengan mengatakan ini adalah salah satu bukti pembungkaman demokrasi.
“Karena saya bilang ini adalah salah satu bukti pembungkaman demokrasi di kampus, Pak Wadek langsung matikan mice dan usirka sebagai moderator,” ungkapnya.
Kabid advokasi HMJ Ilmu Ekonomi ini menganggap kejadian ini sebagai pembungkaman demokrasi. Menurutnya, sangat lucu ketika dialog tentang demokrasi sedang berlangsung malah terjadi pembungkaman demokrasi.
“Menggelitik sekali, karena teman-teman bahas demokrasi, Wadek III masuk menghentikan dialog secara tiba-tiba,” lanjutnya.
Ketua Dewan eksekutif mahasiswa (Dema) FEBI Al Mugni membenarkan adanya pembubaran dialog di fakultasnya.
“Jadi pas moderator kembali ambil alih dan sedikit memaparkan terkait materi yg turun, tiba-tiba datang pak Wadek
III ingin hentikan paksa karena dianggap mendoktrin Maba, padahal itu hanya bagian dari materi,” ungkap mahasiswa Jurusan Perbankan Syariah ini.
Sementara itu, Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia Asfinawati yang pada saat itu menjadi pembicara dialog menyatakan, dirinya siap menjadi saksi apabila dibutuhkan.
Untuk mengonfirmasi kejadian tersebut, Reporter Washilah telah menghubungi Pimpinan FEBI.
Dekan FEBI Prof Abustani Ilyas menolak diwawancarai dengan alasan sakit, kemudian melimpahkan pada Wadek I. Saat dihubungi, Wadek I Dr Muhammad Wahyudin mengatakan hal tersebut bukan ranahnya, lalu melimpahkan pada Wadek III. Namun hingga saat ini, Wadek III FEBI belum bisa diwawancara dengan alasan sakit.
Penulis : Nadia Hamrawati Hamzah
Editor : Agil Asrifalgi