Dorong Keterbukaan Informasi Publik, UIN Alauddin Jajaki Kerjasama dengan KIP Sulsel

Facebook
Twitter
WhatsApp
Foto bersama Rektor UIN Alauddin didampingi Wakil Rektor II dan Wakil Rektor IV dengan Komisioner KIP Sulsel, bertempat di Ruang Rapat Rektor. Rabu (22/1/2020).

Washilah – Dalam rangka mendorong keterbukaan informasi pada badan publik, komisioner Komisi Informasi Propinsi (KIP) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyambangi UIN Alauddin Makassar, berlangsung di Ruang Rapat Rektor. Rabu (22/1/2020).

Ada lima komisioner KIP Sulsel yang hadir pada kegiatan ini. Diantaranya Pahir Halim, Andi Taddampali, Benny Mansyur, Fawziyah Erwin dan Dr Haerul Mannan. Selain disambut langsung oleh Prof Hamdan Juhannis selaku Rektor UIN Alauddin, dalam kesempatan tersebut juga turut serta Dr Wahyuddin Naro selaku Wakil Rektor II dan Dr Kamaluddin Abunawas selaku Wakil Rektor IV.

Ia mengawali pertemuan dengan memberikan selayang pandang tentang UIN Alauddin Makassar dan capaian-capaian yang telah diraihnya.

Selain itu, Prof Hamdan juga memaparkan Pancacita yang menjadi visi kepemimpinannya, ia merangkumnya dalam Pancacita bidang akademik yakni prodi yang handal, moderasi beragama yang mengakar, jejaring yang kuat, publikasi yang aktif dan data yang terintegrasi. Sedangkan Pancacita non akademik yaitu kampus yang asri, tradisi yang terjaga, bisnis yang produktif, kesejahteraan yang meningkat dan alumni yang kompetitif.

Ia juga menambahkan, penjajakan kerjasama dengan KIP merupakan wujud aktualisasi Pancacita dalam hal membangun jejaring yang kuat lintas institusi, baik pemerintah maupun swasta.

“Jika kita mengenal nawacita dalam pemerintahan Presiden Jokowi, maka kepemimpinan kami di kampus ini memiliki Pancacita, semua ikhtiar untuk memajukan institusi, kami arahkan sepenuhnya untuk mewujudkan cita itu” Paparnya di sela-sela memberikan sambutan.

Dalam sambutannya, Prof Hamdan Juhannis menyampaikan ucapan terima kasih kepada para komisioner KIP Sulsel.

“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi atas kehadiran para komisioner KIP Sulsel di kampus hijau ini,” ucapnya

Komisi Informasi diwakili Pahir Halim, dalam penyampaiannya mengungkapkan tujuan agenda kunjungan itu, selain untuk memperkenalkan KIP kepada pimpinan kampus.

“Selain untuk memperkenalkan KIP kepada pimpinan kampus sebagai mitra strategis, juga untuk mensosialisasikan berbagai regulasi tentang keterbukaan informasi publik. Salah satunya tentang implementasi undang-undang No 14 tahun 2008 tentang pelayanan informasi publik oleh Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID),” ungkapnya.

Pahir Halim melanjutkan keterbukaan informasi publik merupakan salah satu amanat reformasi dengan berkembangnya paradigma keterbukaan sebagai buah dari demokrasi

“Perubahan paradigma tentang keterbukaan nafasnya ada pada badan publik, baik badan publik negara maupun non-negara, karena merekalah yang menguasai informasi yang menjadi kebutuhan masyarakat, itulah salah satu urgensi hadirnya PPID,” pungkasnya.

Pertemuan tersebut rencananya akan ditindaklanjuti dengan kerjasama antar kedua lembaga, Prof Hamdan sendiri mengharapkan lahirnya duta-duta informasi publik dari UIN Alauddin Makassar, hal tersebut demi mendorong mahasiswa agar semakin giat meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan mengelola informasi publik.

Citizen Report: M Fadlan L N
Editor: Dwinta Novelia

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami