DJPPR Kementerian Keuangan RI Beri Kuliah Umum di UIN Alauddin

Facebook
Twitter
WhatsApp
Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan, Riko Amir selaku pembicara tunggal memberikan gambaran fundamental perekonomian Indonesia, peran pembiayaan dalam pembangunan Indonesia dan pembiayaan APBN 2019.

Washilah – Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan RI menyelenggarakan kuliah umum di UIN Alauddin Makassar dengan tema “Menjaga Momentum Pertumbuhan Melalui Kebijakan Pembiayaan APBN”.

Kuliah umum ini dilaksanakan dalam rangka kerjasama edukasi DJPPR dan UIN Alauddin Makassar berlangsung di Gedung Auditorium Kampus II, Samata-Gowa, Jumat (25/10/2019).

Kuliah umum ini merupakan rangkaian kegiatan an Inclusive Festival (InFest) 2019 laan APBN yang dilakukan Pemerintah dan bagaimana Pembiayaan APBN dimanfaatkan secara produktif untuk memberikan kemaslahatan bagi masyarakat serta untuk mewujudkan pembangunan yang berkeadilan di seluruh tanah air.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis M A Ph D, dan dihadiri oleh 400 peserta dari kalangan Dosen dan Mahasiswa UIN Alauddin Makassar.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis mengajak agar mahasiswa memahami APBN dan bagaimana untuk turut menjaganya agar keuangan negara tetap kuat.

“Pemerintah berkomitmen untuk menjaga APBN agar tetap berkualitas, oleh karena itu kita sebagai mahasiswa dan segenap civitas academica harus memahami APBN dengan baik dan ikut serta mengawalnya agar keuangan negara tetap kuat,” urainya.

Sementara itu, Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan, Riko Amir selaku pembicara tunggal memberikan gambaran fundamental perekonomian Indonesia, peran pembiayaan dalam pembangunan Indonesia dan pembiayaan APBN 2019.

Riko mengatakan APBN yang kuat ditopang oleh pembiayaan yang kuat, salah satunya melalui sumber pembiayaan melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang telah dikembangkan untuk membiayai berbagai proyek infrastruktur dan pembangunan Sumber Daya Manusia.

“Peran APBN untuk memberikan stimulus fiskal saat ini sangat besar dan penting guna mendorong ekonomi Indonesia tetap tumbuh di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi global dan menurunnya pertumbuhan ekonomi dunia. Di sinilah peran pembiayaan APBN melaui utang sebagai alat untuk mendukung APBN yang countercyclical,” jelas Riko.

Melalui kuliah umum ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa dan civitas akademika lain tentang peranan pembiayaan APBN dan pengelolaanya.

“Kami mengajak untuk bersama-sama mengawal serta mendukung peningkatan kualitas pengelolaan keuangan negara dan memperkuat APBN,” tutupnya.

Penulis: Muhammad Aswan Syahrin

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami