Washilah — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Budaya (SB) eSA UIN Alauddin Makassar menutup rangkaian kegiatan Seleksi Calon Anggota Penuh (Escape) yang berlangsung di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), Kamis, (25/12/2025).
Diketahui, kegiatan ini berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 23-25 Desember 2025 yang diisi berbagai pertunjukan.
Adapun rangkaian kegiatan di hari pertama meliputi Pameran Tunggal Fotografi bertema “Layar: Lintasan Berayun Bayang” dengan tema Liminimal Space serta forum dialog atau ruang diskusi yang mendalam melalui dialog interaktif bersama Prof Syamzan Syukur, yang mengulas peran organisasi seni dalam tradisi kampus, dan Andi Ahmad Dhiyauddin yang membedah cara menghidupkan ekosistem dan identitas seni. Acara tersebut juga diwarnai dengan penampilan Stand up Comedy dan ditutup dengan sesi musik dari eSA Musik Studio.
Pada hari kedua, Escape menghadirkan Artis Talk, berupa bincang santai bersama para peserta mengenai karya mereka masing-masing, mulai dari latar belakang karya, ide hingga cerita di balik proses kreatifnya.
Kemudian hari ketiga berupa Intimate Performance yang diawali dengan pameran karya seni rupa berupa lukisan bertema “Alasan” dan “Saksi” serta karya sinematografi berupa foto bertema “Lintasan Berayun Bayang.” Kemudian dilanjutkan dengan penampilan musik biola bertema “Donna,” karya sastra bertema “Gemuruh Api Kecewa,” Tari “Royong Pattinro Ana” musik alternatif Rock dan Rock Opera bertema “Langit Kamar” serta musik K-Indie Ballad berjudul “Dosa yang Ku Pilih.”
Selanjutnya, penampilan tari bertema “Mappogau Hanua,” Vokal “Dosa yang Ku Pilih” dan ditutup dengan Musik Instrumental bergenre match rock berjudul “Morning After Rain” yang menjadi penutup rangkaian pertunjukan.
Ketua Umum UKM Seni Budaya eSA, Aidil mengatakan kegiatan Intimate Performance merupakan bagian dari rangkaian Escape yang diselenggarakan sebagai bentuk kaderisasi lanjutan bagi anggota UKM Seni Budaya eSA.
“Escape kami buat selama tiga hari, mulai dari pameran, diskusi hingga pertunjukan,” ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa hari ketiga menjadi puncak kegiatan, karena di hari terakhir pengunjung dapat menikmati karya seni dalam bentuk pertunjukan yang lebih hidup dan interaktif.
“Di hari terakhir ini agak berbeda karna berupa pertunjukan karya yang bisa dinikmati secara langsung,” jelasnya.
Dia berharap kegiatan ini tidak menjadi titik akhir, melainkan awal bagi para peserta untuk terus berkarya, mengembangkan potensi seni dan berkontribusi aktif dalam dunia kebudayaan di lingkungan kampus maupun di luar kampus.
“Setelah melewati tahapan ini, mereka diharapkan dapat terus berkarya dan mengembangkan potensi seni yang dimiliki,” tuturnya.
Salah satu tamu undangan Anas Adriansyah dari Bengkel Sastra Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) membagikan ketertarikannya untuk datang ke Intimate Performance kali ini adalah karena penasaran mengenai keseluruhan konsep yang ditampilkan.
“Sebagai sesama penikmat seni membuat saya tertarik untuk melihat langsung penampilan dari peserta Escape,” ujarnya.
Menurutnya salah satu yang paling menarik dari beberapa penampilan yang disaksikan pada pertunjukan tersebut adalah musiknya.
“Kalau saya mungkin di musik pembuka dan penutupnya karena hanya melalui instrumen mereka bisa menyampaikan emosi yang mereka rasakan lewat musik tersebut,” tambahnya.
Dirinya berharap UKM Seni Budaya eSA dapat terus berkembang dan melahirkan lebih banyak seniman-seniman hebat yang bukan hanya menjadi sekadar penghibur tapi mampu melestarikan seni dan budaya yang ada khususnya di kota Makassar.
Penulis: Risaldi Anggara (Magang)
Editor: Hardiyanti











