Washilah — Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar menggelar Panggung Bebas ekspresi bertajuk “Pekan ke-II Menyoal Uang Kuliah Tunggal-Beban Kuliah Tunggal (UKT-BKT)” di Pelataran FAH, Selasa (4/11/2025).
Serikat Mahasiswa Indonesia, Ardan dalam pemaparannya mengatakan seharusnya dalam penentuan UKT mahasiswa diberi akses secara transparan berapa sebenarnya biaya yang harus dikeluarkan.
“Mahasiswa langsung mendapatkan nominal UKT dan kita tidak mendapatkan informasi berapa Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPN) yang diberikan oleh negara,” ucapnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan UKT itu dibagi menjadi dua, pertama biaya langsung misalnya ketika mahasiswa kuliah, magang, KKN, seminar proposal dan ujian komprehensif, sedangkan biaya tidak langsungnya seperti membangun gedung, merawat gedung dan fasilitas, insentif dan gaji dosen.
”Ketika memakai logika awalnya. UKT adalah Uang Kuliah Tunggal. Seharusnya tidak ada lagi bayaran lain selain tapi dalam perjalanannya, masih banyak pembayaran lain,” bebernya.
Sementara itu salah satu peserta Nuge’ merasa melalui kegiatan ini dirinya mendapat informasi baru terkait masalah UKT.
”Menjadi motivasi untuk mahasiswa memiliki kekurangan finansial di keluarga”, katanya
Peserta lain Ramanda, menuturkan setelah mengikuti kegiatan ini ia merasa tercerahkan mengenai UKT-BKT yang pada dasarnya UKT harus sesuai dengan pendapatan orang tua.
“Semoga ke depannya kegiatan ini terus berlangsung,” harapnya
Penulis: Ratman (Magang)
Editor: Hardiyanti











