Washilah – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Syariah dan Hukum cabang Gowa Raya, mengadakan dialog publik bertajuk “Rekonstruksi Gerakan Pemuda Dalam Upaya Meluruskan Cita Bangsa,” di New Tosil dan Resto, Gowa. Jumat (09/11/2018)Ā
Ketua Bidang PTKP Bhair mengatakan, kegiatan tersebut sebagai ajang silaturahmi sesama juga sebagai forum dialektika ilmiah.Ā
“Khususnya di HMI Komisariat Syariah dan Hukum itu kemudian mampu melihat bahwa dalam mengikuti arus perkembangan global, selaku pemuda dan mahasiswa harus selalu aktif di garda terdepan, karena pemuda adalah aset dari sebuah negara,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap HMI Komisariat Syariah dan Hukum tetap menjadi patron gerakan dari seluruh OKP pemuda dalam menghadapi perkembangan zaman.
“Semoga kegiatan seperti ini bukan berakhir dalam perbincangan kopi saja, namun harus ada aktualisasi sebagai bukti nyata dari lahirnya sebuah gagasan,” imbuhnya.
Senada dengan itu, Ketua KNPI Kabupaten Gowa Usman Baddu mengatakan, pemuda harus tetap mengedepankan aturan.
“Pemuda harus tetap aktif dalam dunia gerakan sebagai bentuk keseimbangan demokrasi, selama tetap mengedepankan aturan-aturan yang berlaku,” ucapnya.
Berbeda dengan Tri Sasbianto Muang selaku pembina organisasi mengatakan, dalam dunia kepemudaan infrastruktur pendidikan yang harus diperbaiki.
“Pendidikanlah yang mampu menunjang masa depan bangsa untuk lebih baik, dan untuk menghadapi era globalisasi ini, pemuda harus lebih cepat berfikir dari pada perkembangan global,” tuturnya.
Salah seorang motivator Ahmad Pidris Zain mengungkapkan, pemuda sekarang harus aktif dalam menjemput peluang.
“Pemuda sekarang bukan lagi menunggu bintang jatuh, namun sekarang adalah masanya merampas bintang di langit dalam artian pemuda hari ini jangan menunggu namun harus aktif bergerak dan menjemput peluang,” ungkapnya.
Citizen Report : Iwan Mazkrib
Editor : St Nirmalasari











