Washilah — UIN Alauddin Makassar kembali menggelar Sidang Senat Terbuka Luar Biasa dalam acara wisuda angkatan 113, untuk program sarjana, profesi, magister dan doktor di Auditorium Kampus II UIN Alauddin, Selasa (16/09/2025).
Acara ini dibuka langsung oleh Ketua Senat UIN Alauddin, Prof Mardan. Dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Anggota Senat, Para Kepala Biro, para Guru Besar, para dekan, serta wisudawan dan wisudawati dari 8 fakultas dan program pascasarjana yang ada di UIN Alauddin.
Tercatat 750 para wisudawan diluluskan pada hari ini dengan rincian 100 wisudawan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), 54 wisudawan Fakultas Tarbiyah dan Kependidikan (FTK), 100 wisudawan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF), 43 wisudawan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), 150 wisudawan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), 89 wisudawan Fakultas Sains dan Teknologi (FST), 97 wisudawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), 61 wisudawan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), dan 36 wisudawan program magister, serta 20 wisudawan program doktor.
Rektor UIN Alauddin, Prof Hamdan Juhannis berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati untuk menjadi sarjana organik, yakni sarjana yang bukan hanya sukses pada bidang-bidang akademik tetapi memiliki kemampuan lain di berbagai bidang.
“Yang dibutuhkan sarjana organik keterampilan, percayalah diri, dan rasa empati,” tegasnya.
Salah satu wisudawan, Sulistiawati membagikan salah satu tantangan terbesar saat menyelesaikan perkuliahan ada pada diri sendiri. Seperti menguatkan komitmen untuk menyelesaikan studi, diri yang tidak konsisten, atau hilang motivasi ketika sudah berada di akhir.
“Kebanyakan kita itu merasa terkendala, padahal sebenarnya kendalanya ada di diri kita sendiri,” tutupnya.
Penulis: Nur Apriyanti Dewi (Magang)
Editor: Hardiyanti











