7 Hal Menarik Menjelang Hari Raya Idul Fitri

Advertisement

Infografis: Viviana Basri

Washilah – Hari Raya Idul Fitri merupakah moment yang paling dinantikan umat muslim di seluruh dunia setelah melakukan puasa sebulan penuh. Sebagai salah satu momen yang hanya akan di jumpai sekali dalam setahun, ada beberapa hal unik yang akan dijumpai menjelang lebaran, hal apa sajakah tersebut?

  1. Mendapatkan THR
    Pada saat menjelang hari-hari terakhir menjelang hari Raya Idul Fitri, perusahaan-perusahaan akan membagikan Tunjangan hari raya (THR) yang kisarannya biasanya sebesar satu gaji full atau yang sesuai dengan ketentuan yang ada. THR juga bisa didapatkan dari sanak saudara.
    2. Belanja baju baru
    Membeli baju baru bisa dikatakan sebuah kebiasaan yang sudah mendarah daging di kalangan masyarakat Indonesia. Maka dari itu jangan heran ketika kalian mendapati pusat perbelanjaan pakaian akan padat menjelang hari raya.
    3. Menukar uang Menjelang lebaran, banyak orang yang akan menukar uang besar ke pecahan uang yang nominalnya lebih kecil. Hal ini dikarnakan kebiasaan membagi-bagikan uang ke anak-anak selepas hari raya.
    4. Meningkatnya penjual ketupat
    Makanan satu ini biasanya akan kita jumpai setiap tahunnya menjelang bulan Ramadhan maupun setelah hari raya. Karena hal itulah penjualan ketupat akan meningkat menjelang hari raya untuk memudahkan mereka yang tidak sempat membuat ketupat sendiri.
    5. Pengiriman parsel
    Sejak satu atau dua minggu banyak orang yang akan saling mengirim parsel. Parsel-parsel yang dikirim biasanya berisikan sembako, peralatan makan dan bahkan alat-alat elektronik. 
    6. Ziarah
    Minggu-minggu terakhir bulan Ramadhan Taman Pekuburan akan dipenuhi oleh para peziarah. Maraknya peziarah yang datang juga mengakibatkan meningkatnya penjual bunga dan air disekitaran Taman Pekuburan.
    7. Takbiran
    Selepas adzan maghrib terakhir di bulan ramadhan, mesjid-mesjid akan menyiarkan takbir dalam rangka menyambut lebaran. Di beberapa daerah tertentu juga takbiran akan di rayakan disertai dengan pawai keliling kampung sambil memukul bedug.

Penulis: Viviana Basri

Advertisement

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*