Washilah — Aliansi Mahasiswa Sinjai menggelar diskusi publik di Lecture Theater (LT) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar, Rabu (21/10/2026).
Diskusi tersebut menghadirkan Presiden Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Aqil Abdan Syakuran dan Ketua Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Sinjai (HIPPMAS), Suedi, sebagai pemateri.
Pada diskusi tersebut membahas 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ke Mana Arah Kita?
Presiden Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Aqil Abdan Syakuran, menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Menurutnya dalam 2 tahun terakhir, program tersebut tidak bisa mengatasi stunting.
“Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran diawali dengan MBG untuk atasi stunting. Padahal faktor utamanya dari ibu hamil dan lingkungan, tapi pemerintah hanya lihat indeksnya,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti terkait penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang tak kunjung membaik meski APBN telah dialokasikan.
“Pembangunan Kopdes di mana-mana, MBG, bahkan dana APBN untuk bencana malah tidak memperbaiki, malah tambah rusak,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua HIPPMAS, Suedi, menekankan pentingnya pengawasan terhadap program besar seperti MBG dengan anggaran triliunan agar tidak menjadi korupsi atau pencitraan.
Ia menyebut 43.838 korban keracunan MBG hingga Agustus 2026.
“Ada 43.838 korban keracunan akibat MBG dan banyak oknum yang korupsi anggaran untuk MBG,” ujarnya.
Penulis: Mustawa (Magang)
Editor: Sappe











