Mahasiswa SPI Tampilkan Sejarah Lokal melalui Pementasan Teater

Facebook
Twitter
WhatsApp
Penampilan cerita Angin Perubahan di Desa Balanipa dalam pementasan teater yang digelar mahasiswa SPI di LT FAH, Senin (14/7/2025). | Foto: Washilah-Nurul Aulia (Magang).

Washilah — Mahasiswa semester enam jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar gelar pementasan teater di Lecture Theater (LT) FAH, Senin (14/7/2025).

Pementasan ini merupakan bagian dari tugas Mata Kuliah Kajian Naskah Klasik. Adapun cerita yang diangkat berjudul “Angin Perubahan di Desa Balanipa” yang dibawakan oleh kelas 6 AK 4, dan “Cahaya dari Bone: Terbentuknya Sebuah Kerajaan” oleh kelas 6 AK 2.

Dosen pengampu, Mastanning mengatakan kegiatan yang biasanya ditampilkan di sekolah-sekolah ini tidak dapat terlaksana seperti biasanya akibat sekolah yang sudah memasuki libur semester. Pementasan pada akhirnya tetap dilaksanakan di kampus untuk tetap menampilkan hasil kreativitas mahasiswa.

“Ada pun tujuan dilakukan kegiataan teater ini adalah melatih skill mahasiswa ,serta mempersembahkan kepada orang-orang banyak tentang kejadian di masa lampau khususnya bagi suku Bugis,” ujarnya.

Nurbayzura Rauf, salah satu mahasiswa SPI yang turut serta dalam pementasan merasa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan rasa percaya dirinya.

“Saya dapat menambah rasa percaya diri karena saya bisa tampil di depan keramaian, dan kegiatan ini masih masuk dalam nilai mata kuliah,” tuturnya.

Ia juga membagikan persiapan yang dilakukan sebelum pementasan. Dimulai dari mencetak komik yang dikerjakan selama empat sampai lima bulan terakhir, kemudian membentuk tim untuk penggarapan teater. Mulai dari perevisian naskah komik menjadi lebih hidup dengan mebambahkan beberapa dialog bahkan beberapa scene. Kemudian memulai latihan dari pagi hingga sore sembari mendiskusikan kostum yang akan digunakan.

“Untuk pemeran perempuan kita sepakat untuk menyesuaikan dengan baju adat bugis yaitu baju bodo. Namun dikarenakan dana yang terbatas maka kostum untuk pemeran pria kami berusaha mencari pakaian yang ada saja,” ucapnya.

Penulis: Nurul Aulia (Magang)
Editor: Hardiyanti

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Dummy Edisi 6 Maret

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami