Washilah — Ruang sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Olahraga dibobol. Kejadian tersebut terjadi pada pagi hari di gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), Sabtu (14/06/2025).
Ketua Umum UKM Olahraga, Nur Indah Melani, mengungkapkan meskipun tidak ada barang yang hilang, insiden ini tetap menimbulkan kerugian dan menandakan gedung PKM sudah tidak aman.
“Alhamdulillah tidak ada ji barang-barang yang hilang. Lalu alat olahraga yang mahal itu saya suruh ji pengurus bawa pulang ke rumah karena memang PKM sudah tidak aman,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, selain kerusakan pintu, kerugian lainnya juga dirasakan dalam bentuk biaya perbaikan serta waktu yang tersita akibat insiden tersebut.
“Ini mengganggu sekali, apalagi kami lagi fokus-fokusnya program kerja. Keluar lagi uang. Saya dan pengurus merasa terganggu dengan sistem keamanan di PKM kalau hal seperti ini bisa terjadi,” tambahnya.
Saat ditanya apakah sudah ada pelaporan ke pihak keamanan kampus, Indah mengaku belum sempat melapor karena baru mengetahui kejadian tersebut secara pasti.
“Belum pernahpi saya tanyakan, karena baru tadi saya tahu, dan ini first time sih kalau pintu dibobol begitu,” jelasnya.
Dia berharap pihak kampus, khususnya bagian keamanan, bisa segera menindaklanjuti kasus ini agar tidak terus berulang.
“Harapan saya sih, pihak keamanan bisa identifikasi pelaku. Ini jangan sampai terulang lagi karena bukan hanya UKM Olahraga yang alami, UKM lain juga banyak yang kehilangan barang-barangnya. Tapi saya rasa, hampir tidak pernah lihat Satpam di area PKM. Saran saya sih pasang CCTV, tapi yah sepertinya tidak mungkin,” ujarnya.
Senada dengan itu, inisial F salah satu anggota aktif UKM Internasional Black Panther Indonesia yang tak ingin disebutkan namanya juga mengaku pernah kehilangan sejumlah barang dari sekretariat mereka, diantaranya satu set mikrofon, satu gulung kain hitam sepanjang sepuluh meter, serta satu tabung gas.
Terkait pemasangan CCTV, Kepala Bagian Umum, Salman, dalam wawancaranya menanggapi dengan singkat. Ia mengatakan CCTV tersebut sudah direncanakan.
“Sudah direncanakan, cuma belum terealisasi. Nanti kalau sudah ada dananya,” tuturnya.
Washilah juga telah berupaya menghubungi Satuan pengaman (Satpam), namun sampai berita ini terbit belum ada tanggapan.
Penulis: Nur Rahmadani Lira
Editor: Hardiyanti











