Dialog Kesustraaan BSA Bahas Sastra, Kota, dan Eksitensi Manusia 

Facebook
Twitter
WhatsApp
Dialog kesustraaan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) di LT FAH UIN Alauddin Makassar, Jumat (09/12/2022). | Foto : Washilah-Ahmad Bilal

Washilah – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Adab dan Humanioran (FAH) UIN Alauddin Makassar menggelar Dialog Kesustraaan dengan mengusung tema “Sastra, Kota, dan Masalah Eksitensi Manusia” di Leacture Theatre (LT) FAH, Jumat (09/12/2022).

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Mahasiswa Magister Universitas Gadjah Mada (UGM), Muh Naufal Mahdi dan Ketua Kelas Institut sastra Makassar, Ma’ruf Nurhalis.

Salah satu pemateri, Muh Naufal Mahdi mengatakan, karya sastra Makassar memiliki dua representasi, dalam hal ini kenangan terhadap kota dan impian tentang kota yang selalu dinegosiasikan dan diceritakan kembali.

“Bayangan orang tentang Makassar bagi orang asli Makassar itu sebagai kenangan. Sedangkan bagi orang yang datang dari kampung membayangkan Makassar itu seperti di film-film yakni megah, meriah, dan bisa menemukan hiburan di sana,” jelasnya. 

Sementara itu, Ketua HMJ BSA, La Ode Jumarlin Darwin mengatakan, pelaksanaan dialog ini dilatarbelakangi banyaknya mahasiswa BSA yang kurang paham tentang sastra dan masalah eksistensi manusia. 

“Bahasa sastra Arab itu bukan hanya mengutamakan bahasa saja. Harus lebih mengutamakan sastra karena salah satu bagian penting dari kehidupan kita,” katanya. 

Salah satu peserta, Aprilya Adipati Jafar mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, dialog kesusatraan sangat bermanfaat karena tidak didapatkan dalam ruang perkuliahan.

“Yang saya dapatkan dari pemateri tadi bahwasanya kota itu bukan hanya sebuah bangunan tetapi ada nyawa di dalamnya. Begitu pula sastra yang akan memberikan nyawa dalam kota itu,” ujarnya. 

Penulis : Male’bi Salsabila (Magang)

Editor : Jushuatul Amriadi

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami