Diduga Batasi Kebebasan Akademik, Pihak Jurusan BSI dan BSA Didemo Aliansi Mahasiswa Fakultas Adab

Facebook
Twitter
WhatsApp
Aliansi Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) melakukan aksi menuntut pihak Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris (BSI) dan Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) yang dianggap membatasi mimbar akademik mahasiswa di lobi FAH UIN Alauddin Makassar, Selasa (05/09/2022). | Foto : Istimewa

Washilah – Aliansi Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) melakukan aksi menuntut pihak Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris (BSI) dan Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) di lobi FAH UIN Alauddin Makassar, Selasa (05/09/2022).

Melalui aksi itu, Aliansi Mahasiswa Adab mendesak pihak terkait untuk meminta maaf secara terbuka karena dianggap telah merampas mimbar akademik mahasiswa.

Menurut Kooridinator Lapangan, Muhammad Zulkifly, ada beberapa oknum dari pihak jurusan BSA dan BSI yang memprovokasi Mahasiswa Baru (Maba) melalui media online saat masa Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) pada Agustus lalu. 

“Banyak ditemui chating-an provokasi dari pihak dosen yang mengatakan bahwa ‘jangan sampai ditangkap sama seniornya’ dan beberapa juga yang bilang ‘jangan terlalu dekat sama seniornya biar aman dari hal-hal yang tidak wajar’,” ucapnya.

Pria yang akrab disapa Sulo itu juga mengatakan, ancaman yang dilayangkan oleh oknum Jurusan BSI dan BSA dapat membatasi regenerasi dan kaderisasi lembaga internal yang ada di Fakultas.

“Seakan-akan terbatas mereka untuk aktif di HMJ. Karena tertanam di kepalanya bahwa senior itu selalu memberikan hal-hal yang tidak wajar. Jadi mereka takut untuk merapat ke kita. Sedangkan di HMJ kita perlu juga regenerasi,” tutur Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab itu.

Bahkan, menurutnya ada oknum dari pihak jurusan yang mengancam akan men-DO (Drop out) mahasiswa baru jika mengikuti organisasi.

“Ada yang diancam DO ketika mengikuti organisasi, meskipun tertuang di dalam buku saku bahwa mahasiswa semester satu dan dua itu dilarang mengikuti organisasi tapi tidak ada ancaman DO,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Sekertaris Jurusan BSI, Syahruni Junaid, berdalih kalau ada kesalahpahaman dalam mengartikan teks obrolan yang tersebar.

“Saya mungkin ingin menggarisbawahi terkait beberapa poin, terkait bahasa di WA (WhatsApp). Karena bahasa WA itu multiinterpretasi, mungkin apa yang saya maksud beda dengan apa yang anda maksud,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Jurusan BSA, Muhammad Saleh mengatakan apa yang disampaikannya kepada Maba sebenarnya jawaban dari penyampaian para mahasiswa baru termasuk orangtua wali yang menanyakan kegiatan tertentu.

“Ya kemarin kan sudah disampaikan bahwa tidak ada kegiatan pra PBAK. Tidak ada sama sekali. Tapi pengurus lembaga adakan. Nah itulah yang saya anggap sebagai hal yang istilahnya tidak prosedural,” ucapnya.

Ia menambahkan, hal tersebut bisa jadi sebagai akibat dari kurangnya koordinasi antara pihak HMJ dan Jurusan.

“Terkait itu semua begini, saya sebagai ketua jurusan merasa bahwa HMJ itu adalah bagian yang tidak dapat terpisahkan dari jurusan. Cuman masalahnya, selama ini saya merasa bahwa HMJ itu kurang mengkoordinasi, kurang merapat ke jurusan. Sehingga masalahnya jadi seperti ini,” imbuhnya.

Penulis : Ahmad Bilal/Rahmat Risky (Magang)

Editor : Juhuatul Amriadi

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami